Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Yuk, Kenali dan Waspadai Fenomena “Long COVID-19”
    News

    Yuk, Kenali dan Waspadai Fenomena “Long COVID-19”

    June 3, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Yuk, Kenali dan Waspadai Fenomena "Long COVID-19" 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Yuk, Kenali dan Waspadai Fenomena "Long COVID-19" 2
    dr. Yahya Sp.P. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Gejala Long COVID-19 menjadi isu yang ramai dibicarakan hingga saat ini. Ini merupakan sakit berkepanjangan yang diderita oleh penyintas meski telah dinyatakan hasil COVID-19 nya negatif.

    Secara umum, COVID-19 sembuh antara 2 hingga 6 minggu. Akan tetapi, untuk beberapa orang, beberapa gejala dirasakan setelah beberapa minggu dinyatakan pulih. Penderita long COVID-19 tidak akan menularkan gejala yang sama atau COVID-19 kepada mereka yang berada di sekitarnya.

    Menurut Komisaris Besar Polisi & Dokter Spesialis Paru Kepala Bagian Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara TK I R. Said Sukanto, dr. Yahya Sp.P, data secara riil terkait penyintas yang menderita Long COVID-19 belum banyak. Namun, pada riset Fakultas Kedokteran UI disebutkan gejala yang dirasakan setelah 4 minggu, dari mulai gejala timbul hingga dinyatakan negatif, disebut Long COVID-19.

    Dari hasil riset itu, lanjutnya, ada yang merasakan gejala sisa hingga satu bulan sebanyak 53,7 persen, gejala sisa terasa dari 1-6 bulan sebanyak 43,6 persen, dan lebih dari 6 bulan sebanyak 2,7 persen. “Gejalanya sangat bervariatif, mulai dari kelemahan umum, sesak, nyeri sendi, anosmia, batuk, sampai diare dan nyeri-nyeri otot,” jelasnya Dialog Produktif Kabar Kamis: Long Covid: Kenali dan Waspadai, disiarkan kanal YouTube FMB9ID_ IKP, dipantau dari Denpasar, Kamis (3/6).

    Dijelaskan, untuk penderita long COVID-19 ini, dari hasil riset kebanyakan yang memiliki komorbid dan lansia. Sedangkan dari jenis kelaminnya, kebanyakan diderita oleh laki-laki, karena salah satu yang menjadi faktor utama adalah kebiasaan merokok sehingga memperberat gejala COVID-19 ini.

    Ia mensinyalir Long COVID-19 ini disebabkan penyintas yang sudah memiliki komorbid atau menderita gangguan mental. Disebutkannya, aspek kesehatan jiwa merupakan salah satu hal yang penting. “Mungkin dia baperan, gampang depresi, gampang nervous. Itu menjadi salah satu faktor timbulnya prolong COVID ini,” urainya.

    Dokter Yahya mengatakan sebenarnya pasca-COVID-19, penderita bisa beraktivitas normal. Kondisi ini tergantung kesehatan fisik penderita sebelum terkena COVID-19. Namun, ia mengatakan ada persyaratan yang harus dipenuhi agar penyintas bisa pulih sepenuhnya dari COVID-19. Yaitu pascarawat inap, sekitar 2 minggu harus digunakan untuk betul-betul beristirahat, olahraga ringan, kemudian gizi dan asupan vitamin harus selalu dijaga.

    Selain itu, sebagai tindakan preventif agar penyintas tidak menderita Long COVID-19, jika memang dinyatakan positif COVID-19 dan diharuskan dirawat maupun isolasi mandiri harus benar-benar menjalankannya. Jika ada gejala, disarankan segera kontrol ke dokter. “Salah satu kelemahan di kita adalah begitu merasa nyaman sedikit, langsung dia minta pulang kalau dirawat. Kalau isolasi mandiri, langsung mengabaikan itu. Sebab, kalau orang kena COVID, bukan berarti tidak bisa kena COVID lagi, masih bisa. Gejala prolong COVID juga harus diperhatikan,” sarannya.

    Ia pun mengatakan sejumlah hal-hal yang diwaspadai dari timbulnya gejala long COVID-19 ini, yakni tidak mau makan dan tidur. Sehingga, dalam perawatan COVID-19 ini, seluruh dokter spesialis, termasuk ahli gizi dan kesehatan jiwa, dilibatkan sehingga penanganan gejala awal tidak sampai menimbulkan long COVID-19. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePunya Chemistry Kuat, 3 Zodiak Ini Bisa Bertahan Langgeng dan Harmonis
    Next Article Inflasi Belum Pulih Betul, BI Beri Sinyal Pertahankan Suku Bunga
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.