5 Jenis Kucing Persia dan 5 Tips Cara Merawatnya

0

Kucing Persia adalah ras kucing domestik berbulu panjang dengan karakter wajah bulat dan moncong yang pendek. Namanya mengacu pada Persia, nama lama Iran, dimana kucing serupa ditemukan. Sejak akhir abad 19, kucing jenis ini dikembangkan di Britania Raya dan Amerika Serikat usai Perang Dunia II. Di Britania Raya, ras ini disebut kucing bulu panjang persia, dibagi dalam dua jenis, yaitu Chinchilla dengan warna perak cerah dan yang agak gelap. Pembiakan selektif yang dilakukan oleh peternak telah memungkinkan pengembangan berbagai warna bulu, tetapi juga menyebabkan makin datarnya wajah, yang mungkin membawakan sejumlah masalah kesehatan. Penyakit ginjal polikistik turunan lazim dialami oleh ras ini, yang mempengaruhi hampir separuh populasinya di beberapa negara.

Jenis – Jenis Kucing Persia

 

1. Persia Hidung Datar

 

Persia Hidung Datar
Photo by Max Baskakov on Unsplash

Gambar di atas merupakan Gambar Kucing Persia hidung datar dalam bahasa inggrisnya yaitu Persian Flatnose Cat merupakan jenis kucing persia dengan hidung pesek. Kucing ini memiliki tubuh yang cukup gemuk dan wajah bulat, serta pipinya yang tembem. Kucing ini memiliki wajah yang unik dan tingkah laku yang juga sangat lucu.

2. Persia Medium

 

Persia Medium
Photo by Amber Kipp on Unsplash

Kucing Persia medium merupakan jenis kucing persia yang memiliki ukuran tubuh standar seperti kucing lainnya. Bulu yang dimiliki kucing ini tidak terlalu panjang, dan hidungnya tidak terlalu pesek seperti jenis kucing persia lainnya.

3. Persia Hidung Pesek

 

Persia Hidung Pesek
Photo by Miron Cristina on Unsplash

Kucing Persia hidung pesek dalam bahasa inggrisnya yaitu Persian Peaknose cat merupakan jenis kucing Persia dengan hidung yang sangat pesek. Badan kucing ini jauh lebih gemuk dibandingkan jenis persia lainnya. Kucing jenis ini merupakan jenis yang paling sering diikutkan kontes kucing.

4. Persia Himalaya

 

Persia Himalaya
Photo by Mikhail Vasilyev on Unsplash

Kucing Persia himalaya merupakan salah satu ras kucing hasil persilangan antara kucing Persia dengan kucing siam. Himalaya merupakan kucing yang mempunyai tubuh yang gemuk, kaki yang pendek, dan tubuh serta wajah yang bulat seperti halnya kucing Persia. Yang membedakan dari kucing himalaya dengan kucing Persia pada umumnya adalah warna yang dimiliki kucing ini. Warna himalaya lebih cenderung mengikuti kucing siam. Namun, ada juga himalaya yang mempunyai tubuh seperti kucing siam. Himalaya seperti ini terlihat anggun dengan bentuk tubuhnya yang langsing dan ramping. Sehingga kucing himalaya yang seperti ini dapat melompat dengan ketinggian 2 meter.

5. Persia Eksotis

 

Persia Eksotis
Photo by Cyrus Chew on Unsplash

Kucing Eksotis merupakan kucing yang berasal dari negara amerika serikat, kucing yang terkenal karena tokoh gambar kucing  pada kartun garfield ini merupakan hasil persilangan dari kucing ras persia dan kucing amerika berbulu pendek. Menurut TICA (The International Cat Association) kucing eksotis memenuhi kriteria golongan ras kucing persia oleh karena itu asosiasi ini memasukan nama kucing eksotis pada bagian dari ras kucing persia walaupun asosiasi seperti CFA (Cat Fanciers’ Association) tidak memasukan kucing eksotis ke dalam golongan ras persia.

Nah, jika anda tertarik untuk memelihara salah satu jenis Kucing Persia diatas, simak dulu 5 Tips Cara Merawat Kucing Persia :

1. Siapkan Kandang dan Jaga Kebersihannya

 

Siapkan Kandang dan Jaga Kebersihannya
Photo by Tong Nguyen van on Unsplash

Kandang bisa jadi tempat tepat untuk kucing persia beristirahat. Usahakan kandang tersebut memang diperuntukkan bagi kucing persia, artinya ukuran kandang tepat dan terdapat ventilasi udara yang cukup. Anda bisa menempatkan kandang di ruangan agak terbuka, agar sirkulasi udara dalam kandang juga lancar, plus sinar matahari juga tetap bisa masuk. Selain itu, pastikan kandang kucing selalu terjaga kebersihannya. Mulai dari membersihkan sisa-sisa makanan yang berjatuhan hingga membersihkan kandang secara rutin. Kandang kotor dan tidak terawat bisa menjadi sarang penyakit, terlebih lagi kucing persia lebih mudah terkena penyakit daripada kucing kampung.

2. Sediakan Tempat Makan dan Minum Khusus

 

Meski sifatnya aksesoris, ternyata tempat makan dan minum khusus membantu anda menjaga kebersihan rumah. Kucing pun bisa makan tanpa berantakan atau tercecer ke mana-mana. Lebih baik cari tempat makan yang juga mempunyai tempat minum. Dalam satu wadah ada dua lubang, satu untuk pakan, satu untuk air minum. Pastikan lubang tersebut tidak terlalu cekung karena lidah kucing persia tergolong pendek. Taruh tempat makan di posisi yang sama. Jadi, kucing juga bisa mengenal di mana ia bisa mencari makanannya.

3. Berikan Makanan yang Sehat dan Bergizi dan Rutin Memberikan Vaksin

 

Kucing Persia pasti juga butuh makanan sehat dan bergizi. Bukan sembarangan makanan, seperti makanan sisa. Memberi kucing makanan berkualitas juga mendukung pertumbuhan dan kesehatan kucing, terutama menjaga kesehatan tulang dan bulu-bulunya.

Beberapa makanan kucing yang disarankan adalah:

Daging, seperti daging ayam, bebek, dan sapi, serta ikan (ikan tawar atau ikan laut). Daging bisa direbus dulu dan dicacah halus supaya lebih mudah dikunyah.

Makanan buatan pabrik. Biasanya tersedia dalam dua jenis, yaitu makanan kering dan makanan basah/kaleng. Beberapa merek yang dikenal berkualitas baik adalah Royal Canin, Whiskas, Pro Plan, Me-O, Friskies, dan Maxi.

Sementara itu, anda juga perlu menyediakan air putih untuk minum kucing. Kalau mau memberi susu pun tidak bisa sembarangan susu. Pakailah susu khusus kucing, jangan susu untuk manusia karena kandungan di dalamnya pasti berbeda.

Ya, Kucing Persia juga membutuhkan vaksin. Selain kontrol berkala ke dokter hewan, pemberian vaksin membantu menjaga kekebalan tubuh kucing. Jadi, ia aman dari serangan virus atau penyakit lainnya. Selain vaksin, Kucing Persia juga perlu diberi obat cacing. Obat ini berguna menjaga pencernaan kucing. Kalau pencernaannya terganggu (misal karena diare), bisa membuat nafsu makan kucing turun dan tubuhnya sulit menggemuk.

4. Memandikan Kucing Satu Kali Seminggu dan Bersihkan Bagian-Bagian Kucing yang Sulit Terjangkau

 

Anda tentu tahu kucing punya kemampuan menjaga kebersihan badannya sendiri dengan menjilati bagian-bagian tubuhnya. Namun, cara ini kadang tidak cukup membuat tubuh kucing bersih sempurna. Maka, anda perlu memandikan Kucing Persia satu kali seminggu dengan sampo khusus kucing. Usai dimandikan, keringkan bulunya dengan handuk bersih dan hair dryer. Lalu, sisir bulu-bulunya agar rapi dan mengangkat bulu-bulu yang sudah mati.

Dan untuk membersihkan bagian tertentu pada Kucing Persia, ada beberapa bagian tubuh kucing yang sulit dijangkau sendiri dan mudah kotor. Misalnya, pada bagian mulut, telinga, dan mata. Pada bagian mulut, terutama gigi, kucing kerap mengalami pembengkakan di gusi. Kadang muncul karang gigi karena menyantap makanan basah. Lalu, telinga sering berkutu dan ada kotoran. Bersihkan memakai cotton bud yang basah dengan hati-hati. Sementara, jika ada bulu yang rontok, mata Kucing Persia bisa mengeluarkan air mata dan iritasi. Anda bisa memakai cotton bud untuk membersihkan matanya.

5. Menyiapkan Pasir, Tempat pasir, dan Serokan

 

Kalau anda biasa memelihara kucing, tentu tidak asing dengan fungsi pasir. Pasir kerap dipakai sebagai medium mengurangi bau dan mengeringkan kotoran kucing. Untuk Kucing Persia, anda bisa memakai pasir jenis zeolit. Anda juga disarankan mengganti minimal 3 hari sekali, mengingat fungsinya menjadi tempat kucing buat kotoran. Kalau anda tidak mengganti pasir ini, bisa membuat kucing tidak nyaman dan stres karena kebersihan lingkungannya terganggu.

Itulah Jenis-Jenis Kucing Persia dan Tips Cara Merawatnya. Jika anda tertarik untuk memelihara Kucing Persia jangan lupa dengan cara merawatnya dengan baik ya, sehingga Kucing Persiamu berkembang biak dengan sehat.

Sebutkan Jenis – Jenis Kucing Persia!

Persia Hidung Datar, Persia Medium, Persia Hidung Pesek, Persia himalaya, Persia Eksotis

Sebutkan 3 Tips cara merawat Kucing Persia!

Siapkan Kandang dan Jaga Kebersihannya, Sediakan Tempat Makan dan Minum Khusus, Berikan Makanan yang Sehat dan Bergizi dan Rutin Memberikan Vaksin

Apakah makanan kucing yang disarankan?

Daging, seperti daging ayam, bebek, dan sapi, serta ikan (ikan tawar atau ikan laut). Daging bisa direbus dulu dan dicacah halus supaya lebih mudah dikunyah. Makanan buatan pabrik. Biasanya tersedia dalam dua jenis, yaitu makanan kering dan makanan basah/kaleng. Beberapa merek yang dikenal berkualitas baik adalah Royal Canin, Whiskas, Pro Plan, Me-O, Friskies, dan Maxi. Sementara itu, anda juga perlu menyediakan air putih untuk minum kucing. Kalau mau memberi susu pun tidak bisa sembarangan susu. Pakailah susu khusus kucing, jangan susu untuk manusia karena kandungan di dalamnya pasti berbeda.

Leave A Reply

Your email address will not be published.