Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»57 Ribu Rumah Siap Huni Belum Terjual Akibat Daya Beli Lesu
    Ekonomi

    57 Ribu Rumah Siap Huni Belum Terjual Akibat Daya Beli Lesu

    February 4, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    57 Ribu Rumah Siap Huni Belum Terjual Akibat Daya Beli Lesu 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, ada sebanyak 57 ribuan rumah ready stock atau siap huni yang belum terjual. Hal tersebut karena imbas pandemi yang menurunkan daya beli masyarakat di sektor perumahan.

    “Berdasarkan data kami sampai dengan hari ini, terdapat 57.621 unit rumah ready stock yang belum terjual,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam sebuah webinar, Jumat (4/2).

    Iwan memaparkan, konsumsi masyarakat yang lemah sepanjang pandemi, mempengaruhi minat dalam pembelian rumah. Sehingga penyerapan hunian rumah baru khususnya untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sangat terdampak.

    “Rumahnya tersedia, harga juga sesuai dengan cost-nya. Tetapi, ini diakibatkan daya beli masyarakat yang menurun pada situasi pandemi Covid-19,” ucapnya.

    Serapan di sektor properti yang menurun, lanjutnya, juga dipengaruhi oleh prioritas masyarakat yang berubah. Sebab, selama pandemi masyarakat cenderung lebih mengutamakan pembelian barang kebutuhan pokok dan alat-alat kesehatan.

    “Perubahan-perubahan ini membuat masyarakat pertahankan uang untuk keperluan lain serta kesehatan, sehingga untuk pembelian rumah menjadi berkurang,” tuturnya.

    Iwan menambahkan, sepanjang pandemi terjadi perubahan gaya hidup masyarakat yang mempengaruhi sektor ritel. Seperti yang tadinya berbelanja secara langsung ke pusat perbelanjaan beralih ke belanja online.

    “Sektor ritel banyak berubah, misalnya mulai bergeser ke belanja online. Sektor kuliner dari yang punya restoran atau rumah makan, bergeser ke menggunakan aplikasi,” pungkasnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKawasan Industri di Indonesia Menuju Generasi Keempat, Apa itu?
    Next Article Dinyatakan Bebas Sanksi WADA, LADI Ganti Nama
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.