Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»95 Persen Gagalnya Pendirian PT karena Dosen
    News

    95 Persen Gagalnya Pendirian PT karena Dosen

    August 28, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    95 Persen Gagalnya Pendirian PT karena Dosen

    Ilustrasi dosen (foto: Google)

    Jakarta – Direktur Jenderal Kelembagaan dan Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Patdono Suwignjo mengungkapkan, faktor terbesar gagalnya pengajuan pendirian perguruan tinggi (PT) karena dosen.

    Sebab selama ini, umumnya perguruan tinggi yang tertolak pendiriannya, memiliki jumlah dosen kurang dari enam di setiap program studi (prodi)-nya. Padahal untuk memenuhi syarat pendirian PT, per prodi minimal memiliki enam orang dosen.



    “Dalam tiga tahun terakhir kenapa proses (pengajuan) lama? Karena dosen. Kami sudah pelajari, 95 persen kegagalan karena faktor dosen,” ujar Patdono pada Selasa (28/8) di Jakarta.

    Untuk memenuhi unsur dosen ini, menurut Patdono gampang-gampang sulit. Karena dosen harus minimal lulusan magister (S2), nyatanya tak banyak lulusan S2 berminat jadi dosen.

    Baca juga :

    • DPR Ingatkan Pemerintah Tak Gopoh Merger Perguruan Tinggi
    • Pembukaan Prodi Baru Bakal Dibuka Sepanjang Tahun
    • Butuh 250 Tahun Politeknik Samai Jumlah Universitas

    Karena itu Patdono menyarankan perguruan tinggi merampingkan jumlah prodinya, untuk memenuhi syarat jumlah dosen, jika belum mampu merekrut dosen tambahan.

    “Jadi di Indonesia itu, cari dosen itu sulit meskipun banyak pengangguran. Dosen kan harus S2, kebanyakan lulusan S2 tidak berminat jadi dosen,” terangnya.

    Selain faktor dosen, Patdono juga menyinggung soal modal mendirikan perguruan tinggi. Paling tidak untuk mendirikan perguruan tinggi baru, harus sudah menyiapkan modal selama lima tahun ke depan.

    Pasalnya, pada tahun pertama perguruan tinggi tidak langsung digandrungi oleh mahasiswa baru. Padahal kampus baru memerlukan promosi, sosialisasi, hingga memenuhi biaya operasional.

    “Kalau tidak punya cadangan finansial yang cukup untuk lima tahun, bisa mati. Karena pada tahun pertama jumlah pendaftarnya tidak banyak. Belum banyak masyarakat yang tahu. Kalau sudah lima tahun nanti baru bisa untuk mebiayai operasional,” jelasnya.

    TAGS : Pendidikan Dosen Kemristekdikti

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/40038/95-Persen-Gagalnya-Pendirian-PT-karena-Dosen/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAS Persulit Dialog Rusia
    Next Article AS: Sanksi Iran di Luar Yurusdiksi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.