Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Waspada saat Anak Mulai Kasar dan Agresif, Berikut Tips bagi Orang Tua
    Lifestyle

    Waspada saat Anak Mulai Kasar dan Agresif, Berikut Tips bagi Orang Tua

    January 19, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Waspada saat Anak Mulai Kasar dan Agresif, Berikut Tips bagi Orang Tua 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kekerasan dan sifat agresif yang dilakukan oleh anak dan remaja dipicu oleh berbagai faktor. Pola asuh, faktor lingkungan, hingga keluarga berperan penting dalam membentuk mental dan karakter seseorang.

    Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dr. Lahargo Kembaren, SpKJ menjelaskan, perilaku kekerasan atau agresivitas adalah sebuah proses yang kompleks yang terjadi di dalam otak. Apa yang terjadi dalam otak adalah proses neurobiologi yang menyebabkan suatu perilaku kekerasan terjadi.

    Pertama, top down (brake atau rem) adalah bagian otak di area pre-frontal cortex, yang berfungsi sebagai pembuat keputusan, kontrol diri. Kedua, bottom up (drive atau gas) adalah bagian otak di daerah amigdala, yang berfungsi sebagai pusat emosi, belajar perilaku.

    “Di dalam area otak ini terdapat struktur, sirkuit saraf, neurotransmiter (zat kimia di otak) dan proses fisiologisnya. Kerusakan pada sirkuit saraf di otak ini dapat menyebabkan terjadinya kegagalan pada dua area otak tersebut,” katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

    Pemicu Perilaku Kekerasan

    Berbagai faktor dapat memicu perilaku kekerasan. Misalnya genetik dalam keluarga dengan riwayat perilaku kekerasan.

    Adanya tumor otak, trauma kepala. Gangguan metabolik, penyakit fisik. Pemakaian alkohol, narkoba.

    Riwayat menjadi korban perlakuan kekerasan, baik verbal, fisik, seksual. Menyaksikan perilaku kekerasan dalam kehidupan sehari hari, di rumah atau lingkungan sekitar.

    “Menjadi korban bullying, paparan media mengenai kekerasan, film, games, tontonan youtube, TV, medsos, hingga stresor psikososial dalam kehidupan sehari hari seperti masalah keuangan, pertengkaran, perceraian, pendidikan, PHK, situasi tempat tinggal,” katanya.

    Jenis Perilaku Kekerasan

    Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V), beberapa gangguan kejiwaan yang ditandai adanya agresivitas pada anak. Jenis perilaku kekerasan oleh anak dan remaja yang perlu diwaspadai adalah temper tantrum, berkelahi atau tawuran, ancaman verbal untuk menyakiti, bahkan membunuh.

    Agresi fisik pada orang seperti memukul, menjambak, dan menendang. Hingga agresi fisik pada benda seperti merusak barang, membanting, menendang barang, menggunakan senjata, menyiksa binatang, bermain api, membakar, dan vandalisme

    “Adanya perilaku itu menjadi alarm bagi kita semua ada ‘sistem’ yang tidak pas pada anak ini dan perlu dilakukan intervensi segera agar tidak menimbulkan hal yang membahayakan,” ungkap dr. Lahargo.

    Tips Mencegah dan Pesan untuk Orang Tua

    Menurutnya, orang tua memegang peran penting terhadap munculnya perilaku kekerasan oleh anak. Pastikan anak tidak terpapar oleh berbagai peristiwa atau tontonan kekerasan yang dapat mengganggu otaknya sehingga muncul perilaku yang tidak diharapkan.

    “Berikan kasih sayang dan miliki ikatan emosi yang baik dengan anak. Tingkatkan komunikasi dengan anak sehingga orang tua dapat menjadi tempat anak berbagi saat mereka mendapatkan kesulitan, kebingungan dan frustasi dalam hidupnya. Sekolah, lingkungan, dan masyarakat sekitar pun punya tugas yang sama. Mari kita hilangkan perilaku kekerasan di sekeliling kita,” tutupnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKendaraan Pribadi Maksimal 60 Liter, Truk 200 Liter
    Next Article Kasasi Ditolak, Jonathan Frizzy Harus Nafkahi Anak-anak Rp 30 Juta
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.