Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Persaingan Harga Tak Sehat, Perajin Arak Tradisional Keluhkan Sulit Jual Produknya
    Ekonomi

    Persaingan Harga Tak Sehat, Perajin Arak Tradisional Keluhkan Sulit Jual Produknya

    January 24, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Persaingan Harga Tak Sehat, Perajin Arak Tradisional Keluhkan Sulit Jual Produknya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Persaingan Harga Tak Sehat, Perajin Arak Tradisional Keluhkan Sulit Jual Produknya 2
    Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali, Satpol PP Kabupaten Karangasem, saat kembali melakukan penertiban terhadap produsen perajin arak gula, pada Jumat (25/2/2022). (BP/Dokumen)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Keberadaan arak gula rupanya menjadi momok bagi perajin arak tradisional. Sebab keberadaannya membuat produk arak tradisional sulit untuk dijual.

    Salah satu pengerajin arak asal Kebung, Sidemen, Karangasem, I Kadek Kicen, mengungkapkan, belakangan ini dirinya cukup kesulitan untuk menjual arak hasil produksinya. Hal itu disebabkan karena persaingan harga yang tidak sehat antara arak tradisional dengan produk berbahan gula pasir yang masih banyak beredar.

    “Kita selalu perajin arak tradisional berbahan baku tuak, kalah bersaing harga. Kalau arak tradisional, beli tuak untuk bahan araknya saja Rp 10 ribu per liter, sedangkan arak gula itu sudah jadi arak dijual Rp 10 per botol, jelas kita kalah bersaing di harga,” ujarnya, Senin (23/1).

    Kicen, menambahkan, dari 80 liter tuak yang disuling hanya menghasilkan sekitar 15 liter arak dengan kadar alkohol 40 persen. Normalnya dijual Rp 20 ribu untuk satu botol ukuran 600 ml, namun karena persaingan harga, kini dijual dengan harga Rp 15 ribu per botolnya. “Harga segitu saja masih cukup susah untuk dijual, karena kalah dengan harga arak gula,” jelasnya.

    Dia mengakui, apabila kondisi ini terus berlanjut tentunya akan mengancam keberadaan perajin arak tradisional yang masih bertahan hingga saat ini. “Saya menjadi perajin arak tradisional turun temurun, karena memang ini satu-satunya pencarian kami selain berkebun. Kalau perajin lain ada juga yang beralih menjadi buruh bangunan dan bekerja yang lainnya,” ujarnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBos KSP Indosurya Divonis Bebas dari Kasus Dugaan Penggelapan
    Next Article Hobi Olahraga, Ayu Dewi Luncurkan Koleksi Pakaian Tenis
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.