Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Observasi ketika Merasa Tidak Nyaman, Lalu Pamit dari Circle Toxic
    Lifestyle

    Observasi ketika Merasa Tidak Nyaman, Lalu Pamit dari Circle Toxic

    February 11, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Observasi ketika Merasa Tidak Nyaman, Lalu Pamit dari Circle Toxic 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Lingkungan pertemanan yang toxic akan menghambat kita untuk tumbuh. Alih-alih mendapat dukungan, justru hanya saling menyakiti. Cari tahu apakah hubungan pertemananmu sehat. Pastikan pula bukan diri sendiri yang toxic. Jika sudah mantap, ambil langkah berani untuk keluar.

    —

    BISA dibilang, pertemanan itu inti sari perjalanan manusia di muka bumi. Sebagai makhluk sosial, kita butuh orang lain, kita butuh berteman. Pandai-pandailah memilih circle pertemanan. Lingkungan pertemanan yang baik ditandai dengan adanya penerimaan dan tidak adanya penghakiman. Lantas, apa yang harus dilakukan jika merasa terjebak dalam circle yang toxic?

    Cek Red Flag dalam Pertemanan

    Untuk mengecek suatu pertemanan itu toxic atau tidak, kita perlu melihat diri sendiri dan orang lain di saat yang bersamaan. Apakah selama berteman kita merasa bertumbuh. Atau, justru merasa lelah dan mood menurun setiap bertemu satu sama lain. Lalu, apakah dalam suatu hubungan itu kepercayaan kita bisa dijaga. Alih-alih memuji, apakah justru lebih banyak kritik yang tidak membangun dan saling menghakimi dalam hubungan tersebut.

    Belum lagi iri hati, gampang cemburu, dan tidak adanya dukungan dari teman kita. Hal itu berlaku untuk diri kita sendiri juga. Jadi, observasinya harus dua arah. Sebab, relasi pertemanan itu mencakup diri kita sendiri dan satu–dua atau sekelompok orang. Jika ingin menilai sebuah pertemanan itu toxic atau tidak, kita juga mesti mengecek sikap kita. Jangan-jangan kitalah yang mengundang lingkungan toxic tersebut.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Keluar?

    Ketika kita tidak lagi punya integritas, perasaan kita terlanggar oleh kata-kata atau sikap orang lain, maka kita boleh mengenalinya sebagai perilaku toxic. Saatnya untuk menyayangi diri sendiri dan menghentikan pertemanan yang dianggap toxic itu. Kapan harus keluar dari circle tersebut, bergantung masing-masing. Kenali kondisi mental selama pertemanan. Misalnya, tidak nyaman, merasa kelelahan, stres, dan cemas setiap berhadapan dengan mereka, serta kepercayaan diri dijatuhkan. Semua itu merupakan tanda bahwa kita perlu self-care.

    Sering kali kita ingin membahagiakan orang lain meskipun tahu orang itu membuat energi kita habis. Bisa karena tidak percaya diri atau takut apabila keluar dari circle tidak bisa mendapatkan teman baru lagi. Sayangi diri sendiri terlebih dahulu. Jangan menjadi toxic untuk diri sendiri.

    Bagaimana Caranya?

    Ketika ingin mengakhiri sebuah hubungan, itu tidak berarti membenci. Justru itu karena sayang terhadap diri sendiri maupun orang lain. Keputusan untuk melepaskan diri dipilih agar kita tidak tersakiti dan teman kita juga tidak punya kesempatan untuk menyakiti. Jadi, win-win solution. Tentu, hal tersebut butuh keberanian. Sering kali kita kebingungan memulainya. Tidak masalah. Semuanya butuh proses.

    Memang, dalam suatu hubungan, ada jalinan emosi yang terbangun. Apa pun yang terjadi, jauh lebih baik untuk bisa jujur terhadap apa yang dirasakan dan ungkapkan. Jujur saja kalau merasa tidak nyaman dan ingin menarik diri dari circle tersebut. Tiba-tiba memutus hubungan juga tidak masalah. Tidak ada cara yang paling benar. Yang terpenting, segala yang dilakukan untuk mengakhirinya didasari oleh niat yang baik. Lakukan karena sayang pada diri sendiri.

    Circle yang Sehat

    Lingkungan pertemanan yang sehat itu yang bisa membantu mengenali perasaan kita. Mengenali apa saja yang kita butuhkan dan tidak. Jadi, circle yang sehat itu yang bisa membantu kita punya self-care yang baik. Termasuk yang selalu ada di sisi kita sekalipun sedang mengalami kesulitan. Sebaliknya, jika malah mencari alasan untuk tidak membantu atau mengkritik, pertimbangkan untuk stay dalam circle itu atau keluar.

    Kita perlu menumbuhkan lingkungan yang penuh penerimaan dan tidak menghakimi. Seseorang yang bisa menerima apa adanya. Meski tidak seratus persen, jika dia berkomitmen dengan sikap penerimaan, itu sudah cukup.


    *) HENDRICK TANUWIDJAJA BArch QMT, Certified Mindfulness-based Cognitive Therapy Teacher

     


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePulang Usai Operasi Mata, Indra Bekti Kasih Kode Mau Punya Anak Lagi
    Next Article Bantu Korban Gempa, 65 Personel dan 5 Ton Logistik Dikirim ke Turki
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.