Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Gelombang Tinggi Ditambah Tangkapan Paceklik, Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut
    Ekonomi

    Gelombang Tinggi Ditambah Tangkapan Paceklik, Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut

    July 5, 2023No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Gelombang Tinggi Ditambah Tangkapan Paceklik, Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Gelombang Tinggi Ditambah Tangkapan Paceklik, Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut 2
    Tak Melaut- Sejumlah nelayan di Banjar Dinas Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem tidak melaut karena dipicu gelombang tinggi. (BP/Nan)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Sejumlah nelayan yang ada di Banjar Dinas Ujung Pesisir, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem memilih untuk tidak melaut. Hal itu dipicu karena gelombang tinggi di tengah laut ditambah hasil tangkapan yang sedikit alias paceklik.

    Seorang nelayan, Romi, Rabu (5/7) mengungkapkan, kalau dirinya hampir satu bulan sudah tidak melaut mencari ikan. Itu akibat gelombang di wilayah perairan Karangasem serta Lombok cukup tinggi.”Selain gelombang tinggi, tangkapan ikan juga paceklik,” ucapnya.

    Romi, mengatakan, setiap melaut nelayan hanya mendapat belasan ekor. Hasil tangkapan tak sesuai dengan pengeluarannya, mulai dari biaya baahan bakar minyak, serta operasional lainnya. “Bila itu terus dipaksakan, maka akan merugi. Sebab, sekali melaut biaya operasionalnya sekitar 250 – 300 ribu. Untuk bahan bakar sekitar 20 liter, dan makan minum,” katanya.

    Hal senada diungkapkan nelayan lain, Erick. Dia menjelaskan, kalau debagian nelayan di Ujung Pesisi khawatir melaut karena gelombang tinggi. “Gelombang di laut lumayan tinggi. Saya sudah seminggu tidak turun melaut,” katanya.

    Dia menjelaskan, untuk mengisi waktu luang, nelayan yang tak turun melaut memilih perbaiki peralatan melaut. Seperti memperbaiki jukung, menata jaringnya, serta memperbaiki mesin. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleShell Eco Marathon di Sirkuit Mandalika 2023 diikuti 13 negara
    Next Article BRI Raih Penghargaan HR Asia Best Companies to Work For in Asia 2023
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.