Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»APBD 2024 Diprediksi Tak Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
    Ekonomi

    APBD 2024 Diprediksi Tak Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

    November 18, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    APBD 2024 Diprediksi Tak Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    APBD 2024 Diprediksi Tak Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2
    Sejumlah wisatawan berjalan di kawasan Sanur, Denpasar. Pertumbuhan ekonomi Bali di 2024 diprediksi akan stagnan dan tidak mampu didongkrak APBD yang justru turun dari 2023. (BP/Dokumen)

    DENPASAR, BALIPOST.com – APBD Provinsi Bali 2024 dirancang defisit setengah triliun. Sementara di 2024 merupakan momen pesta demokrasi yang biasanya sektor swasta atau pelaku usaha bersikap wait and see, menunggu perkembangan politik.

    Namun nyatanya APBD pemerintah Provinsi Bali tahun 2024 dirancang Rp 6,35 triiliun, lebih rendah dari 2023 yang sebesar Rp 6,9 triliun.

    Menurut Akademisi Ekonomi dari Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha, Jumat (17/11), pada periode pesta demokrasi diprediksi terjadi sedikit penurunan ekonomi dibandingkan 2023. “Defisit apalagi sudah ditalangi dengan adanya Silpa, itu sangat wajar. Hanya saja batasnya sepanjang tidak lebih dari 3%-5% dari total anggaran, hal yang sangat wajar,” ujarnya.

    Meski demikian yang menjadi kekhawatiran adalah anggaran 2024 yang lebih kecil dari 2023. Padahal ada hajatan besar berupa pesta demokrasi. “Untuk ekonomi jelas tidak bagus namun perlu diingat bahwa anggaran perlu disusun secara konservatif, yang kedua bahwa kalau di tahun politik kita sangat sulit untuk bisa memprediksi pertumbuhan ekonomi karena dalam situasi yang tidak normal,” ungkapnya.

    Sementara sektor swasta sendiri pada saat Pemilu biasanya bersikap wait and see terutama di bidang investasi sedangkan yang paling utama memicu pertumbuhan adalah investasi. Investasi bisa dari pemerintah maupun sektor swasta.

    Pemerintah sendiri tahun 2024, anggarannya menurun terutama untuk belanja modal, hanya Rp 766,53 miliar dan anggaran lebih dominan untuk belanja operasional sebesar Rp 4,45 triliun.

    “Kita bisa lihat belanja modal dari RAPBD 2024 dari Provinsi, yang tidak mencapai Rp 1 triliun sedangkan sektor swasta , mereka tidak akan melakukan investasi di tahun 2024 karena tahun politik. Mereka paling tidak akan menunggu. Kalau perkembangan politiknya bagus, baru mereka bisa berinvestasi itu pun ketika tahun 2025,” ujarnya.

    Sehingga dampaknya pertumbuhan ekonomi tahun 2024 jelas konservatif. Pemerintah yang seharusnya diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lebih besar justru tak punya cukup kekuatan terutama dari sisi anggaran.

    “Kita bisa lihat secara jelas di APBD, untuk belanja rutin mereka lebih tinggi daripada anggaran untuk investasi. Jadi pertumbuhan ekonomi kita bisa lihat dari investasi baik pemerintah maupun swasta,” ujarnya.

    Investasi pemerintah jumlahnya sangat kecil sehingga tak akan mampu memantik pertumbuhan ekonomi. Sementara swasta berkontribusi 75% pada perekonomian daerah Bali tidak berani juga berinvestasi karena wait and see.

    “Maka kita harus bisa memaklumi pertumbuhan yang moderat itu akan terjadi di 2024 jadi proyeksi pertumbuhannya lebih lemah dari 2023,” ujarnya.

    Yang bisa dilakukan adalah menjamin tahun politik tidak menimbulkan gangguan keamanan. Momen tersebut harus benar benar dinikmati sebagai pesta demokrasi, tidak boleh memanas.

    Apalagi Bali adalah daerah tujuan wisata sehingga keamanan sangat penting bagi wisatawan sebagai penentu mereka mau datang atau tidak. “Jadi jangan ribut – ribut. Kalau ribut – ribut, sama dengan kita bunuh diri secara ekonomi. Kesimpulannya yang harus dijaga adalah menjamin Bali aman,” tandasnya. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Jokowi Ajak Pebisnis APEC Manfaatkan Peluang Investasi
    Next Article Yangwang pamerkan supercar di ajang pameran otomotif Guangzhou
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.