Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kontribusi Pariwisata ke PDB Kecil, Ekosistem Berkelanjutan Perlu Dibangun
    Ekonomi

    Kontribusi Pariwisata ke PDB Kecil, Ekosistem Berkelanjutan Perlu Dibangun

    January 31, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kontribusi Pariwisata ke PDB Kecil, Ekosistem Berkelanjutan Perlu Dibangun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kontribusi Pariwisata ke PDB Kecil, Ekosistem Berkelanjutan Perlu Dibangun 2
    Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) saat berada di KEKK Sanur, Selasa (30/1). (BP/may)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Pariwisata Indonesia memiliki sumbangan yang kecil terhadap pendapatan domestik bruto (PDB), hanya 3 persen. Dibandingkan dengan negara lain, seperti Thailand dan Dubai, persentase tersebut masih kecil.

    Untuk itu, Menteri BUMN Erick Thohir menilai perlu dibangun ekosistem pariwisata yang saling mendukung sehingga kontribusinya semakin besar terhadap PDB. Erick yang ditemui di sela-sela peresmian Bali Beach Convention dan Groundbreaking Alster Lake Clinic, Selasa (30/1) memaparkan kontribusi pariwisata Indonesia mencapai Rp721 triliun atau 3 persen dari PDB. Ini, masih jauh dibandingkan dengan beberapa negara, seperti Thailand yang sudah mencapai 15%, Dubai (UEA) lebih dari 9 persen.

    Ia percaya pariwisata Indonesia bisa tumbuh lebih bagus lagi. Di 2030, pariwisata Indonesia ditargetkan menyumbang 6 persen terhadap PDB. Maka dari itu ia terus mengkonsolidasi In Journey menjadi solusi pembangunan ekosistem pariwisata Indonesia.

    “Kita sudah maping beberapa aset, kita sudah belajar dari founder sebelumnya saat membangun Nusa Dua 1980-an, Mandalika menjadi sport and entertainment destination di bawah kawasan wisata, membangun Labuan Bajo sebagai premium destination tapi yang menyesuaikan dengan alam jadi bukan membangun mega infrastruktur,” ungkapnya

    Menurutnya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur merupakan salah satu contoh membangun ekosistem pariwisata, terutama pariwisata kesehatan. Sebab, tidak hanya menyiapkan fasilitas kesehatan tapi juga fasilitas menginap, wisata, dan pendukung lainnya. Hingga saat ini total investasi yang masuk untuk membangun kawasan The Sanur sudah mencapai Rp10 triliun dan investasi dari BUMN sendiri Rp1,3 triliun.

    The Sanur juga digadang-gadang akan membuka lapangan pekerjaan sampai 43 ribu dan transfer knowledge dari ahli kesehatan dunia untuk SDM kesehatan di Indonesia. Hal itu karena adanya RS Internasional yang hadir di Sanur, di antaranya dari German yaitu Alster Clinic; Mayo Clinic, RS dari Korea, RS dari Turki.

    “Dan inilah yang terus kita bangun, sebuah ekosistem yang berkelanjutan dan saya yakin Bali tetap menjadi super hub untuk pariwisata kita. Tapi mesti ada re-investasi kembali, tidak bisa kita mau bersaing dengan negara lain, dengan banyak negara lain, tanpa ada investasi baru,” tandasnya.

    Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Dony Oskaria mengatakan pihaknya memilih investor yang memiliki layanan yang dibutuhkan orang Indonesia. Pada September 2024, ia berharap dapat mengoperasikan keseluruhan dari kawasan ini.

    Meski saat ini investasi yang masuk Rp10 triliun, menurutnya akan terus berkembang karena ada beberapa penambahan dari beberapa investor yang datang, terutama di retire home dan geriatric clinic. “Ini kurang lebih Rp2,5 T dan kita harapkan nanti semakin banyak orang-orang yang retire (pensiun, red) di Sanur, tentu ini akan menambah devisa buat kita semua,” ujarnya.

    Target market selain tujuannya menahan orang Indonesia berobat ke luar negeri, menahan devisa keluar, The Sanur akan menjadi satu kesatuan kompleks di Bali yang juga menargetkan orang asing yang berobat kesana.

    “Oleh karena itu partner yang mengisi slot di The Sanur, semuanya nomor satu di dunia, baik itu di bidang estetik, kita mengkurasi 6 RS terbaik di Korea, transplantasi dari Turki karena ini adalah layanan yang banyak digemari rakyat Indonesia, onkologi, kardiologi, gastro, neurologi, juga bekerja sama dengan seluruh RS terbaik di dunia. Kita berharap pembangunan kompleks Sanur ini betul betul menjadi satu kebanggaan sebagai tempat tujuan kesehatan kelas dunia,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Jokowi Salurkan Bantuan Beras di Bantul 
    Next Article Buleleng Kerja Keras Tekan Inflasi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.