Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Harga Beras Belum Turun Jelang Hari Raya
    Ekonomi

    Harga Beras Belum Turun Jelang Hari Raya

    February 20, 2024No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Beras Belum Turun Jelang Hari Raya 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Harga Beras Belum Turun Jelang Hari Raya 2
    Tumpukan beragam merek beras di salah satu lapak pedagang. (BP/Dokumen)

    NEGARA, BALIPOST.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Jembrana masih tinggi pasca pemilu. Bahkan menurut warga justru mengalami kenaikan bila dibandingkan sepekan sebelum Pemilu.

    Terlebih mendekati sejumlah hari raya di Bali diperkirakan harga kebutuhan pokok terus melonjak. Seperti yang terpantau pada Senin (18/2), di sejumlah pasar tradisional di Jembrana, harga beras medium masih di kisaran Rp17.500 per kilogram.

    Warga kebanyakan beralih membeli eceran dari pada beras 5 kilogram atau 10 kilogram dengan harga yang cukup tinggi itu. “Permintaan eceran meningkat, khususnya beras. Sudah sepekan ini tidak turun, meskipun usai pemilu,” ujar Ketut Karneli (44) pedagang sembako.

    Harga beras medium naik dari sebelumnya Rp 15 ribu menjadi Rp17.500. Para pedagang juga mengikuti ritme pembelian dengan tidak membeli banyak beras.

    Selain beras, harga kebutuhan dapur lain seperti cabe rawit dan gula pasir naik dari distributor. Sehingga di pedagang juga menyesuaikan harga ke pembeli mengikuti distributor. Kebutuhan pokok yang naik itu merupakan bahan pangan yang sebagian besar dipasok dari luar Bali.

    Aprila (35) pedagang sembako di Pasar Adat Lelateng, Jembrana mengatakan selain beras, yang mengalami kenaikan harga menjelang Galungan adalah gula. Dari sebelumnya Rp16 ribu per kilogram merangkak naik menjadi Rp16.500 per kilo. Cabe rawit, yang sebelumnya Rp40 ribu per kilogram kini menjadi Rp50 ribu per kilogram.

    Begitu juga Lombok besar dan Lombok kecil juga mengalami peningkatan. Sementara minyak kelapa yang sebelumnya Rp15 ribu per liter kini menjadi Rp17 ribu per liter. Diperkirakan salah satu pemicunya berkurangnya pasokan dari Jawa. (Surya Dharma/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleChery dan PLN kerja sama pemasangan unit pengisian daya di rumah
    Next Article Jelang Restrukturisasi Kredit COVID-19 Berakhir, BRI Siapkan Strategi Pencadangan Memadai
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.