Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Angin Kencang, Sebagian Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut
    Ekonomi

    Angin Kencang, Sebagian Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut

    March 16, 2024No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Angin Kencang, Sebagian Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Angin Kencang, Sebagian Nelayan Karangasem Pilih Tak Melaut 2
    Salah seorang nelayan sedang membersihkan jukung karena tidak melaut. Angin kencang di Selat Lombok belakangan ini mengakibatkan sebagian besar nelayan di Kabupaten Karangasem tak melaut. (BP/nan)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Angin kencang di Selat Lombok belakangan ini mengakibatkan sebagian besar nelayan di Kabupaten Karangasem tak melaut. Hal itu diungkapkan nelayan asal Ujung Pesisi, Malonk, pada Jumat (15/3).

    Malonk mengatakan, dirinya tak melaut akibat angin kencang sejak beberapa hari belakangan ini. “Saya sejak menjelang Hari Raya Nyepi sudah tidak melihat sampai sekarang,” ucapnya.

    Menurut Malonk, dengan kondisi ini memang sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. Akan tetapi, beberapa nelayan sekarang sudah mulai memberanikan diri untuk kembali turun melaut mencari ikan. “Hari ini ada beberapa nelayan saja yang melaut,” katanya.

    Dia menjelaskan, saat ini dirinya dan nelayan lainnya yang tak melaut, sebagian besar menganggur. Tapi, ada juga yang beralih profesi menjadi petani kangkung. “Bagi yang petani kangkung, lumayan membantu pendapatan di saat cuaca seperti ini,” imbuhnya.

    Sementara, nelayan lain asal Bugbug, Komang Arnaya, mengatakan, tidak melaut karena masih kerja. Menurutnya, angin di perairan Bugbug tidak terlalu besar dan tak terlalu mempengaruhi nelayan. “Kalau melihat cuaca saat ini, nelayan wilayah timur, seperti Seraya, Kubu rasanya baru tak melaut karena anginnya kencang di sana,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAll New Honda CR-V catat kenaikan penjualan di Februari 2024
    Next Article Honda-Nissan satukan kekuatan untuk ciptakan mobil listrik masa depan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.