Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Menyoal "Jalan Pintas" Menristekdikti Lewat Rektor Asing
    News

    Menyoal "Jalan Pintas" Menristekdikti Lewat Rektor Asing

    August 2, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Menyoal "Jalan Pintas" Menristekdikti Lewat Rektor Asing

    Hikmahanto Juwana

    Jakarta, Jurnas.com – Wacana Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir merekrut rektor asing menimbulkan kegaduhan. Akademisi hingga Komisi X DPR RI menolak wacana yang sempat muncul pada 2016 tersebut.

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Hikmahanto Juwana salah satunya. Dia menyebut terdapat tiga poin yang harus menjadi pertimbangan, sebelum pemerintah merealisasikan wacana mengundang rektor asing.



    Pertama, soal ranking. Hikmahanto mengatakan, menggenjot ranking perguruan tinggi negeri (PTN) Tanah Air di tingkat dunia tidak bisa serta-merta dilakukan lewat `jalan pintas` dengan mendatangkan rektor asing.

    Tidak mungkin, kata Hikmahanto, mengubah pola pikir dosen yang selama ini merasa tugasnya hanya mengajar, dengan sekejap menjadi seorang dosen yang tugasnya mengajar dan meneliti, dengan target jurnal internasional bereputasi.

    Baca juga.. :

    • Rektor Asing Ditolak DPR, Menteri Nasir: Jangan Terlalu Membenci
    • Rektor Asing, Pengamat: Menristekdikti Jangan Asal Comot
    • Menristekdikti Persilakan Mahasiswa Kaji Marxisme hingga Khilafah

    “Perubahan ini bisa jadi harus menunggu estafet dari para dosen senior kepada dosen junior. Ini membutuhkan waktu,” kata Hikmahanto saat dihubungi Jurnas.com pada Jumat (2/8).

    “Belum lagi untuk membangun infrastruktur, terutama perpustakaan dan laboratorium dibutuhkan anggaran yang besar. Padahal anggaran tidak mungkin disediakan oleh negara semata,” imbuh dia.

    Kedua, jika melihat universitas yang masuk dalam ranking 10 terbaik dunia, mereka umumnya menawarkan program studi untuk mahasiswa asal mancanegara.

    Kondisi ini, menurut dia, berbeda dengan perguruan tinggi Indonesia, yang sejauh ini masih berkutat pada mahasiswa lokal. Belum lagi, besarnya `harga` yang harus dibayar pemerintah untuk mendatangkan rektor asing.

    “Kalaupun ada para pengajar mancanegara yang saat ini bekerja di universitas di Indonesia, mereka bukanlah pengajar kelas satu,” kata Hikmahanto.

    Ketiga, politisasi jabatan rektor. Hikmahanto mengatakan, Indonesia tidak kekuarangan figur yang memiliki kepercayaan diri, nama besar di tingkat nasional dan internasional, dan penguasaan bahasa Inggris. Namun figur semacam itu biasanya enggan berpolitik untuk mencalonkan diri sebagai rektor.

    Dia yakin, jika orang-orang seperti itu diberikan kepercayaan sebagai rektor, maka mereka akan mampu melakukan banyak hal untuk PTN.

    “Justru yang tidak seharusnya dipilih adalah mereka-mereka yang berupaya mendapatkan jabatan rektor di PTN agar bisa meraih jabatan publik yang lebih tinggi di Republik. Kadang mereka-mereka inilah yang sangat lihai bermain politik,” tandas dia.

    Pengamat pendidikan Itje Chodidjah meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mempertimbangkan kembali wacana rekrutmen rektor asing.

    Pasalnya, untuk menyelesaikan persoalan perguruan tinggi di Indonesia memerlukan kajian yang menyeluruh, yakni mulai dari pendidikan yang paling dasar.

    Itje menyebut, pemerintah tidak bisa sekonyong-konyong menjadikan Singapura dan Arab Saudi sebagai percontohan, hanya karena sukses dengan mengundang rektor asing di perguruan tinggi.

    “Pendidikan itu tidak bisa dicontoh. Yang bisa dicontoh itu strateginya. Untuk menyontoh strategi, harus naik dulu ke level yang sudah setara dengan mereka. Tidak main asal comot strategi aja,” kata Itje saat dihubungi Jurnas.com, pada Jumat (2/8).

    Masalah pendidikan tinggi di Indonesia, lanjut Itje, masih terlihat dari disparitas kultur akademik antar perguruan tinggi. Universitas juga masih membutuhkan tata kelola yang mapan.

    Belum lagi di tingkat pendidikan dasar dan menengah, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah, baik dari segi kualitas pembelajaran maupun tingkat literasi.

    “Singapura itu membangun tidak ujug-ujug. Dimulai dari pendidikan yang paling dasar, dari TK sampai SMA. Jika itu (pendidikan dasar) itu tidak digarap juga, kita tidak bisa berharap banyak. Karena kultur berpikir itu tidak dibangun di perguruan tinggi,” jelas Itje.

    “Harus ada kajian di bawah universitas, lantas pengelolaan universitas seperti apa. Kemarin ramai-ramainya orang bikin tulisan karya ilmiah berscopus kita ribut, profesor kita nulis jurnal. Sekarang rektor asing,” imbuh dia.

    TAGS : Rektor Asing Pengamat Menristekdikti

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/56948/Menyoal-Jalan-Pintas-Menristekdikti-Lewat-Rektor-Asing/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKongres V PDIP Akan Ditutup Dengan Perayaan Idul Kurban
    Next Article Polda Metro Akan Panggil Hotman Paris dan Farhat Abbas
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis
    • Apakah Niat Puasa 9 dan 10 Muharram dan Qadha Ramadhan Bisa Digabung?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.