Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Ini 4 Tips Sukses Jadi Guru untuk Anak di Rumah
    News

    Ini 4 Tips Sukses Jadi Guru untuk Anak di Rumah

    May 16, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ini 4 Tips Sukses Jadi Guru untuk Anak di Rumah

    Webinar Wajah Baru PAUD di Indonesia pasca Pandemi Covid-19 (Sinergi Sekolah dan Keluarga)

    Jakarta, Jurnas.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan empat tips bagi para orang tua, yang saat ini sedang melakoni peran guru bagi anak di rumah.

    Empat tips ini, menurut Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA, Lenny N. Rosalin dapat menjadi solusi bagi orang tua yang menghadapi kendala saat melaksanakan program belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19.

    Tips pertama ialah memastikan diri untuk tetap tenang. Orang tua, lanjut Lenny, harus terus menunjukkan dukungan terhadap anak, baik ketika belajar maupun bermain.

    “Kedua fokus pada kebutuhan anak. Sebagai orang tua maupun pengasuh, harus mendukung perkembangan anak melalui identifikasi kebutuhan anak pada setiap fase perkembangan,” terang Lenny dalam webinar `Wajah Baru PAUD di Indonesia pasca Pandemi Covid-19 (Sinergi Sekolah dan Keluarga)`, yang digelar oleh Prodi PG PAUD FKIP Uhamka, pada Sabtu (16/5).

    Tips ketiga ialah memberikan rasa nyaman kepada anak, agar anak merasa bahwa mereka tidak sendiri. Lenny menuturkan, kerap kali selama proses belajar dari rumah, orang tua merasakan hal yang tidak menentu, stres, bahkan tertekan.

    Baca juga.. :

    • Akademisi: Ortu Dipaksa Siap Jadi Guru untuk Anak di Rumah
    • 40 Persen Ortu Tak Bayar Sekolah selama Pandemi Covid-19
    • Hati-hati, Depresi pada Orang Tua Bisa Menular ke Anak

    “Karena itu orang tua harus mencari dukungan dari sesama anggota keluarga untuk menguatkan dirinya,” ujar Lenny.

    Selanjutnya ialah mengambil jeda untuk diri. Tindakan ini menurut Lenny penting, agar orang tua dapat mengelola emosi, dan beristirahat sejenak untuk dirinya sendiri.

    Selain tips menjadi guru bagi anak, Lenny juga membagikan empat faktor keamanan yang harus dijamin selama anak belajar di rumah.

    Pertama ialah keamanan fisik. Orang tua, kata Lenny, harus memastikan keamanan secara fisik di dalam rumah, termasuk menjaga jarak (physical distancing) dengan anggota keluarga lainnya.

    “Kedua, keamanan emosional, yakni menghindari rasa cemas, takut, dan malu dalam kegiatan sehari-hari yang dilakukan selama belajar dari rumah,” kata dia.

    Selanjutnya ialah keamanan psikologis. Lenny meminta orang tua menghindari sedini mungkin hal-hal yang dapat memicu trauma dan stres di rumah. Sebab pelaksanaan belajar dari rumah rentan mengakibatkan kebosanan pada anak.

    “Kemudian yang keempat lingkungan yang mendukung. Yaitu, menciptakan kondisi yang dapat meningkatkan perkembangan karakter, kreativitas, dan intelektual anak,” jelas dia.

    Sementara Dekan FKIP Uhamka, Desvian Bandarsyah mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah menyadarkan orang tua yang selama ini selalu menggantungkan urusan pendidikan anak terhadap sekolah.

    Padahal dalam proses pendidikan anak, tiga aspek yakni rumah, sekolah, dan lingkungan merupakan hal yang berjalan beriringan.

    “Situasi ini perlu diubah. Covid-19 memaksa orang tua membuka diri melihat perkembangan pendidikan anak-anaknya dalam masa krisis,” ujar Desvian.

    Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua PPA Majelis Dikdasmen sekaligus dosen PG PAUD Uhamka, Chandrawaty. Menurut dia, di masa pandemi ini guru PAUD tidak hanya dituntut aktif berkomunikasi dengan orang tua siswa, namun juga semakin melek teknologi digital.

    Salah satu contohnya, guru PAUD harus mampu memanfaatkan mesin pencari di internet sebagai media pembelajaran, antara lain buku cerita elektronik, dan materi pembelajaran dalam bentuk musik, lagu, video, maupun film.

    “Pengelola PAUD juga harus mendorong guru melek teknologi untuk kreatif memanfaatkan teknologi dalam membuat media pembelajaran, dengan memperhatikan tingkat usia anak. Hal ini bisa dilakukan oleh guru yang tidak malas,” kata Chandrawaty.

    TAGS : Tips Jadi Guru Orang Tua KemenPPPA FKIP Uhamka

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72407/Ini-4-Tips-Sukses-Jadi-Guru-untuk-Anak-di-Rumah/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleAkademisi: Ortu Dipaksa Siap Jadi Guru untuk Anak di Rumah
    Next Article Kemdikbud: Hanya 13,2 Persen PAUD Terapkan Belajar Daring
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.