Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Kemdikbud: Hanya 13,2 Persen PAUD Terapkan Belajar Daring
    News

    Kemdikbud: Hanya 13,2 Persen PAUD Terapkan Belajar Daring

    May 16, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Kemdikbud: Hanya 13,2 Persen PAUD Terapkan Belajar Daring

    Jakarta, Jurnas.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menemukan bahwa hanya 13,2 persen lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang menerapkan pembelajaran daring penuh selama pelaksaan program Belajar dari Rumah.

    Bahkan, kunjungan guru ke rumah peserta didik selama pandemi virus corona baru (Covid-19) juga tetap berlangsung, akibat keterbatasan akses internet di wilayah-wilayah tertentu.

    “Hanya 13,2 persen dari mereka yang melaksanakan pembelajaran metode daring, lebih banyak yang melakukan penugasan melalui orang tua, atau mekanisme non-daring seperti SMS, telepon, dan WhatsApp,” terang Direktur PAUD Kemdikbud, Muhammad Hasbi dalam webinar `Wajah Baru PAUD di Indonesia pasca Pandemi Covid-19 (Sinergi Sekolah dan Keluarga)`, yang digelar oleh Prodi PG PAUD FKIP Uhamka, pada Sabtu (16/5).

    Hasbi juga menyoroti kegiatan yang dipilih orang tua dan guru saat menerapkan pembelajaran dari rumah, masih berkisar pada kegiatan yang memerlukan kompetensi pedagogik minimal. Contohnya, praktik ibadah dan bermain.

    “Kegiatan yang membutuhkan kreativitas, inovasi, dan berpikir belum menjadi pilihan yang diambil oleh ortu dan guru. Atinya kita memiliki masalah yang cukup besar dalam hal ini,” ujar Hasbi.

    Baca juga.. :

    • Uhamka: Pengelolaan PAUD Harus Adaptif dengan Pandemi Covid-19
    • Ini 4 Tips Sukses Jadi Guru untuk Anak di Rumah
    • Akademisi: Ortu Dipaksa Siap Jadi Guru untuk Anak di Rumah

    Hasbi mengakui bahwa saat ini hambatan utama dalam pelaksaan Belajar dari Rumah ialah keterbatasan infrastruktur internet. Bahkan masalah tersebut tidak hanya terjadi di desa, namun juga kota besar.

    “Di sampung itu persoalan terkait keterbatasan sumber belajar online, dan keterbatasan biaya. Ini juga menjadi hambatan,” papar dia.

    Sementara Wakil Ketua PPA Majelis Dikdasmen sekaligus dosen PG PAUD Uhamka, Chandrawaty mengatakan, guru PAUD saat ini tidak hanya dituntut aktif berkomunikasi dengan orang tua siswa, namun juga semakin melek teknologi digital.

    Salah satu contohnya, guru PAUD harus mampu memanfaatkan mesin pencari di internet sebagai media pembelajaran, antara lain buku cerita elektronik, dan materi pembelajaran dalam bentuk musik, lagu, video, maupun film.

    “Pengelola PAUD juga harus mendorong guru melek teknologi untuk kreatif memanfaatkan teknologi dalam membuat media pembelajaran, dengan memperhatikan tingkat usia anak. Hal ini bisa dilakukan oleh guru yang tidak malas,” kata Chandrawaty.

    Bagaimanapun, lanjut Chandrawaty, PAUD merupakan tempat kelahiran para generasi bangsa. Karenanya, jenjang tersebut harus dikelola sebaik mungkin, untuk menyiapkan para generasi emas.

    “Perlu menyiapkan pendidik dan generasi terdidik dengan soft skill dan hard skill yang mumpuni, tidak hanya berdimensi keahlian, tapi juga kemanusiaan bahkan keilmu-teknologian,” tandas dia.

    TAGS : Belajar dari Rumah Kemdikbud Muhammad Hasbi FKIP Uhamka

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/72409/Kemdikbud-Hanya-132-Persen-PAUD-Terapkan-Belajar-Daring/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIni 4 Tips Sukses Jadi Guru untuk Anak di Rumah
    Next Article Uhamka: Pengelolaan PAUD Harus Adaptif dengan Pandemi Covid-19
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    June 25, 2026
    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    Ancaman Ransomware Naik, Sysware Sebut EDR Adalah Investasi IT Krusial

    June 24, 2026
    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    Polda Sumbar Gelar Road to Kapolri Cup MLBB 2026, Ajak Generasi Muda Ukir Prestasi di Dunia Esports

    June 23, 2026
    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    Mengenal Prediction Market: Inovasi Pasar Prediksi yang Kian Populer di Era Digital

    June 19, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Tempat Wisata Bandung Terbaru 2026 untuk Healing Akhir Pekan
    • Cek Desil Dinsos untuk Bansos 2026, Begini Cara Melihat Statusnya
    • 5 Jasa Konsultan KPI Terbaik di Indonesia untuk Efektivitas Bisnis

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.