Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Sadis, China Sengaja Tekan Populasi Muslim di Uighur
    News

    Sadis, China Sengaja Tekan Populasi Muslim di Uighur

    June 29, 2020No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sadis, China Sengaja Tekan Populasi Muslim di Uighur

    Muslim Uighur di China

    Beijing, Jurnas.com – Pemerintah China dilaporkan telah mengambil langkah-langkah kejam untuk memangkas tingkat kelahiran di kalangan warga Uighur dan minoritas lainnya.

    Kebijakan ini dikatakan sebagai sebagai bagian dari kampanye besar-besaran mengekang populasi Muslim, sementara di sisi lain pemerintah mendorong mayoritas Suku Han memiliki anak lebih banyak.

    Menurut penyelidikan The Associated Press (AP) sebagaimana laporan yang diterbitkan pada Senin (29/6), kebijakan ini didasarkan pada statistik pemerintah, dokumen negara dan wawancara dengan 30 mantan tahanan, anggota keluarga dan mantan instruktur kamp penahanan di Uighur.

    Kampanye selama empat tahun terakhir di wilayah barat jauh Xinjiang mengarah pada apa yang oleh beberapa ahli disebut sebagai “genosida demografis”.

    Negara secara teratur menugaskan perempuan suku minoritas untuk pemeriksaan kehamilan, dan memaksa penggunaan alat kontrasepsi, sterilisasi, dan bahkan aborsi pada ratusan ribu, menurut hasil wawancara dan data.

    Baca juga.. :

    • Balas AS, China Juga Terapkan Pembatasan Visa
    • Trump Sanksi Pejabat China yang Langgar Otonomi Hong Kong
    • India Akui Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Himalaya

    Meskipun penggunaan alat kontrasepsi IUD dan sterilisasi telah menurun secara nasional, namun penggunaan IUD di Xinjiang terbukti telah meningkat secara tajam.

    Langkah-langkah pengendalian populasi ini didukung oleh penahanan massal, baik sebagai ancaman maupun sebagai hukuman apabila tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

    Memiliki terlalu banyak anak adalah alasan utama keluarga dikirim ke kamp-kamp penahanan. AP menemukan, orang tua yang memiliki tiga orang anak atau lebih akan ditahan, kecuali mereka membayar denda besar.

    Gulnar Omirzakh salah satunya. Perempuan Kazakh kelahiran China ini baru saja memiliki anak ketiganya. Namun pemerintah langsung memerintahkannya untuk memasang IUD.

    Dua tahun kemudian, pada Januari 2018, empat pejabat berpenampilan militer mengetuk pintu perempuan pedagang sayur tersebut. Mereka memberi waktu Omirzakh waktu tiga hari untuk membayar denda sebesar US$2.685 karena memiliki lebih dari dua anak.

    Jika denda tidak dibayar, mereka mengancam Omirzakh akan bergabung dengan suaminya dan jutaan etnis minoritas lainnya yang dikurung di kamp-kamp pengasingan, yang sebagian besarnya menampung mereka yang memiliki terlalu banyak anak.

    “Mencegah orang memiliki anak adalah salah,” kata Omirzakh yang berhasil melarikan diri ke Kazakhstan.

    “Mereka ingin menghancurkan kami sebagai manusia,” sambung dia.

    Tingkat kelahiran di sebagian besar wilayah Uighur di Hotan dan Kashgar anjlok lebih dari 60 persen dari 2015 hingga 2018, dalam catatan statistik terakhir pemerintah China.

    Ratusan juta dolar yang dicurahkan pemerintah untuk alat kontrasepsi telah mengubah Xinjiang dari salah satu daerah dengan pertumbuhan tercepat di China, menjadi salah satu yang paling lambat hanya dalam beberapa tahun, menurut penelitian baru yang diperoleh The Associated Press sebelum publikasi oleh pakar China Adrian Zenz.

    “Ini adalah bagian dari kampanye kontrol yang lebih luas untuk menaklukkan Uighur,” kata Zenz, kontraktor independen dengan Yayasan Korban Peringatan Komunisme nirlaba di Washington.

    Kementerian Luar Negeri China dan pemerintah Xinjiang tidak menanggapi beberapa permintaan komentar. Namun, Beijing telah mengatakan di masa lalu bahwa langkah-langkah baru itu semata-mata dimaksudkan untuk memungkinkan anak-anak China Han dan etnis minoritas lainnya memiliki jumlah anak yang sama.

    Di bawah kebijakan `satu anak` China yang kini ditinggalkan, pihak berwenang telah lama mendorong, bahkan kadang-kadang memaksa, penggunaan alat kontrasepsi, sterilisasi dan aborsi pada orang China Han. Tetapi minoritas diizinkan dua anak – tiga jika mereka berasal dari pedesaan.

    Itu berubah di bawah Presiden Xi Jinping, pemimpin China paling otoriter dalam beberapa dekade. Segera setelah ia berkuasa, pemerintah merevisi peraturan kelahiran sehingga orang China Han di Xinjiang dapat memiliki dua atau tiga anak, seperti halnya minoritas.

    Adapun dalam praktiknya, Suku Han China sebagian besar terhindar dari aborsi, sterilisasi, pemasangan IUD, dan penahanan meski memiliki terlalu banyak anak, kontras dengan perlakuan pemerintah terhadap Uighur.

    15 orang Uighur dan Kazakh mengatakan kepada AP bahwa mereka tahu orang-orang ditahan atau dipenjara karena memiliki terlalu banyak anak. Bahkan ada yang menerima vonis puluhan tahun di penjara.

    Begitu berada di kamp penahanan, perempuan menjadi sasaran pemasangan IUD secara paksa, dan mereka mendapatkan suntikan pencegah kehamilan.

    Seorang mantan tahanan, Tursunay Ziyawudun, mengatakan dia disuntik sampai dia berhenti menstruasi dan berulang kali ditendang di perut bagian bawah selama interogasi.

    Ziyawudun sekarang tidak dapat memiliki anak dan sering merasa kesakitan berkali-kali lipat, karena rahimnya mengeluarkan darah. Ziyawudun mengatakan para wanita di kamp diminta untuk menjalani ujian ginekologi dan mendapatkan IUD. Wanita yang kedapatan hamil akan diaborsi paksa.

    TAGS : China Muslim Uigur Xinjiang

    This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

    Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/74554/Sadis-China-Sengaja-Tekan-Populasi-Muslim-di-Uighur/

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleJaksa Agung: Kasus Impor Tekstil Rugikan Perekonomian Negara
    Next Article Malaysia Buka Taman Hiburan Mulai Lusa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang (Ilustrasi)

    Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang

    June 5, 2026
    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.