Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tidak Elok Cetak Uang Saat Ekonomi Sedang Sulit Akibat Covid-19
    Ekonomi

    Tidak Elok Cetak Uang Saat Ekonomi Sedang Sulit Akibat Covid-19

    August 22, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tidak Elok Cetak Uang Saat Ekonomi Sedang Sulit Akibat Covid-19 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) pada Senin, 17 Agustus 2020, merilis uang baru pecahan senilai Rp 75.000. Jumlahnya pun terbatas hanya 75 juta saja.

    Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati mengatakan bahwa saat sedang pandemi dimana ekonomi masyarakat sedang tidak baik, keluarnya uang baru menjadi kurang elok.

    “Karena orang tertarik merogoh kocek Rp 75 ribu hanya untuk satu lembar souvenir. Sementara situasi kita sedang sulit,” ujar Anis kepada wartawan, Sabtu (22/8).

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai, walaupun uang rupiah khusus ini dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Tetapi biasanya tidak digunakan sebagai alat tukar. Sehingga hanya akan dijadikan koleksi.

    “Sehingga orang akan cenderung menyimpannya atau menjadikannya sebagai koleksi. Di sinilah letak ketidakelokannya,” katanya.

    Ketika seharusnya masyarakat umum bisa membelanjakan uang itu untuk hal yang lain. Namun mereka malah menyimpannya hanya demi koleksi, sementara kondisi ekonomi kita sedang kurang baik.

    Padahal 75 juta lembar uang yang dicetak itu, akan menjadi nilai yang luar biasa jika semua dibeli oleh masyarakat.

    “Berpotensi jadi fresh money untuk negara, dan ditarik dari uang rakyat” tegasnya.

    Jika dihitung, dengan mencetak 75 juta lembar dikalikan dengan Rp 75 ribu rupiah. Maka akan terkumpul uang sebesar Rp 5,625 triliun. “Jumlah yang luar biasa, dan itu murni berasal dari uang rakyat” ungkapnya.

    Anis berpendapat, bahwa Indonesia sedang pandemi yang berimbas ke semua sektor termasuk ke ekonomi. Sangat tidak pantas jika saat negara ingin meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi masyarakat malah harus menyisihkan Rp 75.000 hanya untuk uang khusus souvenir. Sesuatu yang memiliki niat baik, tetapi dilaksanakan di saat yang tidak tepat.

    “Dikhawatirkan malah akan menimbulkan polemik panjang,” pungkasnya.‎

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Gunawan Wibisono


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSecara Teknikal, Bali Sudah Resesi
    Next Article Kenali Gejala GERD atau Asam Lambung
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • Cara Dapat Saldo Gratis dari Ajaib, Simak Caranya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.