Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Di Karangasem, Penyaluran Kartu Tani Dihentikan Sementara
    Ekonomi

    Di Karangasem, Penyaluran Kartu Tani Dihentikan Sementara

    August 26, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Di Karangasem, Penyaluran Kartu Tani Dihentikan Sementara 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Di Karangasem, Penyaluran Kartu Tani Dihentikan Sementara 2
    Petani di Tianyar, Kubu. (BP/dok)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pertanian telah menyalurkan program kartu tani. Hanya saja, akibat pandemi COVID-19, Distan terpaksa menghentikan sementara penyaluran kartu tani tersebut.

    Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Karangasem, Made Mawa, Selasa (25/8) mengungkapkan, sesuai dengan pendataan yang telah dilakukan, petani yang berhak mendapatkan kartu tani ini jumlahnya sekitar 19 ribu petani. “Dari jumlah tersebut kita sudah menyalurkan kartu tani kepada petani yang layak menerimanya sekitar 7.527 petani. Sedangkan sisanya belum disalurkan,” ucapnya.

    Mawa menambahkan, penyaluran kartu tani dihentikan sementara akibat pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini. Dan rencananya, nantinya pihaknya kembali bakal menyalurkan kartu tani tersebut bagi petani yang belum mendapatkannya.

    “Penyaluran kartu tani kita hentikan sementara sejak Maret lalu akibat COVID-19. Nantinya dari jumlah 19 ribu petani semuanya akan dapat. Rencananya pada September 2020 ini kembali akan start untuk kembali melakukan lagi bersama dengan petugas Bank BNI,” katanya.

    Sebelumnya, mawa menegaskan tidak semua petani di Karangasem mendapatkan kartu tani ini. Petani yang mendapatkan kartu ini merupakan petani yang sudah tergabung dalam kelompok subak tegalan, subak sawah dan kelompok tani.

    Sementara, bagi petani yang belum tergabung dalam kelompok tidak mendapatkan kartu ini. “Petani yang menerima kartu tani ini maksimal memiliki luas lahan yang akan di garap seluas 2 hektare per orangnya,” jelasnya.

    Sementara, bila lebih dari 2 hektare tidak mendapatkan kartu tani ini. Dalam kartu tani ini nantinya petani akan mendapatkan subsidi pupuk. Pupuk yang bersubsidi yakni jenis urea, ZA, SP-36, Phonska dan Petroganik. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBSI Center Coaching Mahasiswa UBSI agar Sukses
    Next Article Kampus UBSI Dorong Mahasiswanya Kembangkan StarUp
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.