Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Bos BRI Curhat Badai Krisis ini Terberat Sepanjang Masa
    Ekonomi

    Bos BRI Curhat Badai Krisis ini Terberat Sepanjang Masa

    August 26, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Bos BRI Curhat Badai Krisis ini Terberat Sepanjang Masa 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Sunarso mengaku, krisis yang saat ini terjadi merupakan krisis terberat dibandingkan krisis yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti diketahui, Indonesia telah melalui beberapa fase krisis, di antaranya tahun 1998, 2008, dan 2013.

    “Kalau yang sudah segenerasi saya mungkin sudah merasakan empat kali krisis, dan tidak ada yang seberat yang hari ini dihadapi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (26/8).

    Sunarso bercerita, pada 1998 silam merupakan krisis yang disebabkan oleh gejolak nilai tukar. Mulai dari Korea Selatan merembet ke Thailand, kemudian ke Malaysia hingga akhirnya Indonesia.

    Di Indonesia sendiri yang dikatakan krisis moneter, kemudian berubah menjadi krisis ekonomi, hingga sosial dan politik serta dikatakan sebagai krisis multidimensional. Pada saat itu, kata dia, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terjun minus 540 persen, CAR perbankan minus 15,7 persen, NPL melonjak 48,6 persen.

    “Tetapi yang paling kena hantam adalah korporasi yang akarnya tidak kuat,” imbuhnya.

    Kemudian, pada 2008 krisis yang melanda disebabkan oleh kegagalan korporasi besar di Amerika Serikat dan terimbas ke nilai mata uang lalu merembet pada suku bunga dan inflasi. Namun, yang paling terkena dampaknya segmen korporasi dimana saat itu risiko perbankan justru membaik dengan posisi NPL 3,2 persen dan CAR 16,8 persen.

    Terjadinya krisis pada 2013 pun dipicu oleh kegagalan eksternal yakni salah satu negara di Eropa. Kegagalan tersebut berasal dari kegagalan bayar utang oleh negara yang terhantam adalah nilai tukar, suku bunga, dan inflasi. Saat itu CAR perbankan masih sangat baik yakni 18,2 persen dan NPL juga masih terjaga di kisaran 1,77 persen.

    “Dari semua ini lagi-lagi yang kena adalah korporasi,” imbuhnya.

    Namun, krisis yang terjadi tahun ini berbeda dari yang sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang belum ditemukan obat ini membatasi bahkan menghentikan aktivitas masyarakat. Sehingga, membuat ekonomi terkontraksi.

    “Bagi kami di BRI, ini krisis paling berat karena nasabahnya 80 persen UMKM. Krisis sebelumnya transmisi ke UMKM lama dan jauh, berbeda dari yang sekarang,” ucapnya.

    Sunarso menyampaikan, saat krisis sebelumnya depresiasi nilau tukar tidak berdampak pada UMKM scara langsung. Namun, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat krisis akibat Covid-19 ini langsung memukul kegiatan ekonomi pelaku usaha kecil, seperti pedagang.

    Tapi begitu juga sebaliknya, pemulihan ekonominya juga diyakini lebih cepat setelah adanya pelonggaran kebijakan PSBB. “Begitu PSBB dibuka, banyak orang yang lewat, ya dia jualan lagi, ya dia hidup lagi,” imbuhnya.

     

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePecahan Rp 75.000 Diterbitkan, Tak Bikin Jumlah Uang Beredar Melonjak – KRJOGJA
    Next Article PPATK dan BI Jamin Keamanan Pelapor TPPU dan TPPT Terlindungi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.