Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Berantas Penggelap Pajak, Sri Mulyani: Indonesia Tak Bisa Sendiri
    Ekonomi

    Berantas Penggelap Pajak, Sri Mulyani: Indonesia Tak Bisa Sendiri

    September 17, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Berantas Penggelap Pajak, Sri Mulyani: Indonesia Tak Bisa Sendiri 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya dalam meningkatkan kepatuhan pajak melalui reformasi pajak. Pasalnya, bukan hanya rasio pajaknya yang rendah tapi juga banyak perusahaan yang melakukan penghindaran dan penggelapan pajak.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku, Indonesia memiliki perekonomian yang terbuka sehingga terdapat celah bagi perusahaan menghindari pajak.

    “Penghindaran dan penggelapan pajak ini menjadi bagian penting bagi kami untuk memeranginya. Karena Indonesia memiliki perekonomian terbuka,” ujarnya dalam webinar ADB, Kamis (17/9).

    Sri Mulyani memaparkan, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) di seluruh wilayah nusantara. Karena begitu luasnya sehingga banyak perusahaan yang akhirnya bisa beroperasi lintas perbatasan negara.

    “Itu membuka peluang untuk penghindaran pajak dan penggelapan pajak,” ucapnya.

    Dengan demikian, kata dia, pemerintah tengah melakukan upaya dalam mengejar pihak yang tak bertanggungjawab. Namun, Ia mengaku, pemerintah tidak bisa sendiri melakukannya, dan butuh kerjasama dengan negara lain.

    Sehingga, Mobilisasi sumber daya domestik sangat penting dibangun di banyak negara anggota ADB (Asian Development Bank) termasuk Indonesia. “Kami mereformasi pajak untuk meningkatkan tax ratio yang rendah, tetapi kami tidak dapat melakukannya sendiri,” jelasnya.

    Sri Mulyani menambahkan, Indonesia dan negara-negara di kawasan perlu bekerjasama, termasuk untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang pajak. “Kami juga membutuhkan banyak dukungan dan benchmarking yang dapat diberikan oleh lembaga multilateral seperti ADB, IMF, dan World Bank,” tutupnya.

    Editor : Banu Adikara

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIntip 5 Pasangan Zodiak Paling Cocok dalam Hubungan Asmara
    Next Article Adaptasi Masa Pandemi, BRI Luncurkan 6 Produk Fintech Dalam Dua Bulan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Harga Pertamax Hari Ini Naik Berapa per 10 Juni 2026?
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.