Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pandemi COVID-19, Generasi Milenial Pilih Bertani Sayur Organik
    Ekonomi

    Pandemi COVID-19, Generasi Milenial Pilih Bertani Sayur Organik

    October 14, 2020No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pandemi COVID-19, Generasi Milenial Pilih Bertani Sayur Organik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pandemi COVID-19, Generasi Milenial Pilih Bertani Sayur Organik 2
    Setiawan saat merawat ragam sayur mayur di pekarangan rumahnya. (BP/Gik)

    SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 menyadarkan banyak orang untuk kembali bertani. Tidak hanya bertani dengan lahan yang luas, tidak sedikit pula yang terjun mengembangkan budidaya sayur organik, yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Seperti itu pula yang ditekuni salah satu pemuda asal Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Gede Setiawan. Setelah memulai dari nol, karena terdampak pandemi, kini dia sudah bisa memetik hasilnya.

    Ditemui di tempatnya melakukan budidaya sayur organik, Rabu (14/10) Setiawan mengatakan awalnya ia ragu memulainya, apalagi saat itu ia belum tahu seluk beluk sistem pertanian organik. Namun, karena keyakinannya bahwa pertanian organik punya prospek yang cerah, dengan modal nekat ia mencoba memulainya. Karena dimasa pandemi, setiap peluang harus ditekuni guna memenuhi kebutuhan pangan dan mengatasi kesulitan ekonomi. Sehingga, bertani sayur organik ini dilihat sepertinya cukup memungkinan untuk ditekuni.

    Sayur organik dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia. Sayuran organik diperoleh dengan proses budidaya dimana semua nutrisi, tempat tanam serta pengendalian hama penyakit nya tanpa melibatkan obat kimia pertanian. Ini angat mendukung terciptanya peluang usaha baru ditengah pandemi. Budidaya sayuran organik, juga sebagai wujud kesadaran untuk kembali pada alam. Tidak justru terus menerus berpangku tangan meratapi merosotnya pariwisata.

    “Terlebih lagi, kini semakin banyak petani organik dari generasi milenial yang sukses, turut menjadi inspirasi,” kata Setiawan yang menamai usaha sayur organiknya dengan nama Duea Farm Sayur Organik.

    Berbekal pengalaman dan pengetahuan yang minim tentang pertanian organik, ia mulai budidaya sayuran organik seperti bayam, pakcoy (sawi sendok), selada dan kangkung. Dia mengakui, pengetahuannya soal sayur organik sangat minim. Ia hanya mencoba dan terus mencoba. Sambil berjalan terus mencari referensi dari buku maupun internet. Selain itu, juga belajar pada orang lain yang lebih berpengalaman, agar usahanya terus berkembang ditengah pandemi ini.

    Peralatan yang diperlukan pun cukup sederhana. Menggunakan media polibag, tanah, kompos, pupuk kandang, arang hingga sekam. Karena tidak boleh memakai bahan kimia, penanganan hama juga menggunakan cara alami. Salah satunya dengan memanfaatkan bawang putih dan alat tangkap sederhana yang dibuat sendiri.

    Menurutnya, bisnis bisa berkembang menjadi lebih besar jika mampu menghasilkan sayuran yang sehat dan berkualitas. Karena memang untuk konsumsi kalangan menengah ke atas, harga sayuran organik rupanya jauh lebih tinggi dari sayuran pada umumnya. Dia mengaku bekerja keras lagi untuk mencari pembeli dengan pemasaran online. Akhirnya banyak yang mengetahui produknya dan membeli sayuran organik dengannya.

    Pasar sayuran organik memang masih terbatas. Harga sayur pakcoy organik saja rupanya bisa mencapai Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per bungkus, yang terjual laku di warung ibunya serta dipasarkan juga melalui media online. Ini menjadi salah satu pilihan realistis yang bisa ditekuni ditengah pandemi, agar bisa menghidupi keluarga. (Bagiarta/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleEvent Virtual Cycling Terbesar di Indonesia Resmi Digelar
    Next Article Peternak Sapi Keluhkan Susah Dapatkan IB
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.