Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Tarik Investor Korsel, Bahlil Sebut Cukup Bawa Modal dan Teknologi
    Ekonomi

    Tarik Investor Korsel, Bahlil Sebut Cukup Bawa Modal dan Teknologi

    November 14, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Tarik Investor Korsel, Bahlil Sebut Cukup Bawa Modal dan Teknologi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi dan bisnis. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuturkan bahwa kolaborasi bilateral sangat penting sebagai strategi mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

    Dalam lawatannya ke Seoul pada Kamis (12/11), Bahlil bertemu dengan Menteri Perindustrian Korsel Sun Yung-mo. Mereka berbagi ide tentang perluasan investasi dua negara.

    Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Korsel pada November 2019. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, Indonesia harus bergerak cepat menuju transformasi ekonomi,” ujar Bahlil.

    Dia menyatakan, pada era pandemi seperti sekarang, upaya percepatan dalam menjaga dan menarik investor semakin diperlukan. Pemerintah Indonesia juga terus mendorong investasi strategis dan berkualitas masuk ke Indonesia. BKPM, lanjut dia, juga berkomitmen memfasilitasi investor dari Negeri Ginseng untuk masuk ke Indonesia.

    Bahlil menjelaskan, investor hanya perlu datang membawa modal dan teknologi. Lahan dan perizinan akan didukung penuh oleh pemerintah Indonesia.

    “Inilah momentum untuk membangun industri-industri yang menciptakan nilai tambah. Korea Selatan menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam mewujudkan hal tersebut,” jelas mantan ketua Hipmi tersebut.

    Bahlil dan Yung-mo juga membahas perbaikan iklim usaha untuk perusahaan-perusahaan Korsel yang berinvestasi di Indonesia. Di antaranya, industri baja, kimia, mobil, dan tekstil.

    “Kami menilai Indonesia semakin baik dalam membangun iklim usaha yang menguntungkan kedua belah pihak,” kata Yung-mo.

    Merujuk pada peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) yang dikeluarkan Bank Dunia, saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-73. Dari 11 indikator yang menjadi kajian dalam EoDB, ada beberapa hal yang masih harus Indonesia perbaiki. Salah satunya, memulai usaha.

    Bahlil yakin, UU Cipta Kerja yang baru disahkan akan menjamin kemudahan, kecepatan, efisiensi, dan kepastian dalam memulai usaha. Juga dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan iklim investasi. “Jika ini terjadi, pada akhirnya bakal menciptakan lapangan kerja yang negara harus hadirkan,” ungkapnya.

    RI dan Korsel telah membuat perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) pada November 2019 dan saat ini menunggu tindak lanjut implementasinya. CEPA setara dengan perjanjian perdagangan bebas, tetapi berfokus pada lingkup kerja sama ekonomi yang lebih luas. Melalui CEPA, diharapkan hubungan kedua negara dapat terus terjalin dan memberikan dampak ekonomi yang positif.

    Sepanjang Januari–September 2020, BKPM mencatat realisasi investasi asal Korsel berada di peringkat ke-7 dengan total investasi USD 683 juta. Sebanyak 70 persen realisasi investasi Korsel terpusat di Pulau Jawa. Saat ini ada sekitar 2.000 perusahaan Korsel dari berbagai sektor yang telah berinvestasi dan beroperasi di Indonesia.

     


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSegini Jumlah Usaha Mikro di Bali Terima BLT Rp 2,4 Juta
    Next Article Strategi Cak Mono Lejitkan Omset Di Tengah Pandemi – KRJOGJA
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.