Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Direvisi Lagi, Ekonomi Diproyeksi Kontraksi -1,7 Sampai -2,2 Persen
    Ekonomi

    Direvisi Lagi, Ekonomi Diproyeksi Kontraksi -1,7 Sampai -2,2 Persen

    December 22, 2020No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Direvisi Lagi, Ekonomi Diproyeksi Kontraksi -1,7 Sampai -2,2 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pandemi Covid-19 masih membayangi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun ini. Hingga November lalu, APBN mencatat defisit Rp 883,7 triliun. Angka itu setara dengan 5,6 persen produk domestik bruto (PDB).

    “Defisit Rp 883 triliun menunjukkan kenaikan defisit yang sangat besar jika dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers virtual Senin (21/12).

    Dia menyebutkan, pendapatan negara tercatat Rp 1.423 triliun. Belanja negara mencapai Rp 2.306,7 triliun. Belanja negara cukup tinggi karena pemerintah menggelontorkan anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) yang mencapai Rp 695,2 triliun.

    “Belanja itu tumbuh 20 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap menteri perempuan yang akrab disapa Ani tersebut.

    Untuk menggenjot penerimaan, pemerintah memang harus bekerja ekstrakeras. Ani memerinci bahwa penerimaan pajak hingga November 2020 masih mengalami kontraksi 18,55 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi -2,2 persen hingga -1,7 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah daripada proyeksi sebelumnya. Yakni, tumbuh pada kisaran -1,7 persen sampai 0,6 persen. Revisi proyeksi itu sejalan dengan Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia.

    REALISASI APBN (PER NOVEMBER 2020)

    Pendapatan Negara: Rp 1.423 triliun

    (63,7 persen dari target APBN awal atau 83,7 persen dari target APBN Perpres 72/2020)

    Belanja Negara: Rp 2.306,7 triliun

    (90,8 persen dari target APBN awal atau 84,2 persen dari target APBN Perpres 72/2020)

    Defisit: Rp 883,7 triliun

    (5,6 persen terhadap PDB)

    Sumber: Kemenkeu


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTahun 2021 Kembali Bekerja dan Kembangkan Usaha
    Next Article Layanan DJKI yang Dilaksanakan Kemenkumham Telah Berhasil Meningkatkan Pendapatan Negara
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.