Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Usai Vaksinasi COVID-19 dan Monitoring, Ini Kata Presiden Jokowi
    News

    Usai Vaksinasi COVID-19 dan Monitoring, Ini Kata Presiden Jokowi

    January 13, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Usai Vaksinasi COVID-19 dan Monitoring, Ini Kata Presiden Jokowi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Usai Vaksinasi COVID-19 dan Monitoring, Ini Kata Presiden Jokowi 2
    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai divaksinasi dan monitoring selama 30 menit. (BP/iah)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah proses vaksinasi dan monitoring pascavaksinasi usai dilakukan, Presiden Joko Widodo pun memberikan keterangan pers. Dalam keterangannya yang disiarkan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden dipantau dari Denpasar, Rabu (13/1), Presiden mengucapkan terima kasih terhadap sejumlah pihak yang bersedia divaksinasi perdana bersama dengan dirinya.

    Ia menyebutkan setelah vaksinasi perdana akan dilanjutkan lagi vaksinasi di seluruh provinsi, kabupaten/kota, di seluruh tanah air. Dikatakannya, vaksinasi dilakukan setelah mendapat emergency use authorization (EUA) dari BPOM dan juga telah keluarnya fatwa Halal dari MUI. “Vaksinasi COVID-19 ini penting kita lakukan untuk memutus mata rantai penularan virus corona ini dan perlindungan kesehatan pada kita,” ujarnya.

    Ini, lanjutnya, juga membantu percepatan pemulihan ekonomi. Meskipun sudah dilaksanakan vaksinasi, diingatkan kembali pentingnya disiplin protokol kesehatan “Ini tetap terus kita lakukan, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” katanya.

    Ia mengucapkan terima kasih pada Prof. Dr. Abdul Muthalib yang telah menjadi vaksinatornya.

    Sejumlah tokoh lain yang juga menjalani vaksinasi perdana bersama Presiden Jokowi adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng M. Faqih, Sekjen Majelis Ulama Indonesia Amiesyah Tambunan, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis serta selebriti Raffi Ahmad.

    Pada sesi 2 dilakukan penyuntikan terhadap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Risyidin, perwakilan dari Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Ronal Tapilatu, perwakilan dari KWI Agustinus Heri, perwakilan dari PDHI I Nyoman Suarthanu, perwakilan dari Permabudhi Partono Bhikkhu N. M dan perwakilan dari Matakin Peter Lesmana.

    Sedangkan pada sesi 3 disuntuk Kepala BPOM Penny Kusumastuti Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Rosan Roeslani Perkasa, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia Ade Zubaedah, perawat Nur Fauzah, apoteker Lusy Noviani, buruh Agustini Setiyorini dan perwakilan pedagang Narti.

    Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat atau “Emergency Use Authorization” (EUA) untuk vaksin COVID-19 produksi Sinovac pada Senin (11/1). EUA diberikan setelah BPOM mendapatkan data dari uji klinis tahap ketiga yang dilakukan di Bandung, Turki, dan Brazil.

    BPOM menyebut data efikasi virus Sinovac berdasarkan uji klinis tahap ketiga di Bandung adalah sebesar 65,3 persen atau telah memenuhi ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 50 persen. Sebelumnya hasil uji klinis tahap ketiga di Turki menunjukkan efikasi sebesar 91,25 persen dan di Brazil sebesar 78 persen.

    Pada aspek keamanan pun dipastikan vaksin Sinovac tidak memiliki efek samping berat namun hanya ringan hingga sedang yaitu nyeri, iritasi, pembengkakan, serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, kelelahan dan demam.

    Sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Jumat (8/1) memastikan vaksin COVID-19 produksi Sinovac suci dan halal.

    Keputusan itu dihasilkan setelah diskusi panjang rapat komisi fatwa pasca mempelajari data vaksin Sinovac terkait penggunaan bahan-bahan yang sifatnya tidak halal. (Diah Dewi/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleIni, Kiat Pengelola Kebun Binatang Jaga Satwa di Masa Pandemi
    Next Article Kenaikan Jumlah Pasien Positif Mingguan Cukup Tinggi, PPKM Diminta Jadi Upaya Tekan Laju Kasus
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya
    • 12 Tempat Wisata di Malang dengan View Indah + Destinasi Favorit
    • 11 Penyebab Ginjal Rusak, Kebiasaan Nomor 4 Masih Sering Dilakukan

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.