Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Musim Hujan, Perajin Arak Kesulitan Bahan Baku
    Ekonomi

    Musim Hujan, Perajin Arak Kesulitan Bahan Baku

    March 19, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Musim Hujan, Perajin Arak Kesulitan Bahan Baku 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Musim Hujan, Perajin Arak Kesulitan Bahan Baku 2
    Petani arak saat memproses arak. Mereka mengaku kendala bahan baju di musim hujan karena tak ada berani petani yang memanjat pohon karena licin dan berbahaya. (BP/Nan)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Perajin arak di musim hujan kesulitan bahan baku tuak. Hal ini dirasakan oleh para perajin Arak Karangasem yang ada di Banjar Bingin, Desa Datah, Abang Karangasem, I Nyoman Merta.

    Karena hujan yang terus turun, mengakibatkan petani tak berani memanjat. Merta mengatakan bahwa untuk membuat arak, saat ini dirinya mengakui masih kekurangan bahan baku tuak.

    Pasalnya, saat ini masih musim penghujan sehingga para petani tidak berani memanjat kelapa karena licin. “Jujur, untuk membuat arak saya masih kekurangan bahan baku tuak. Karena petani tidak berani memanjat kalau hujan karena licin. Mereka tidak berani mengambil risiko. Petani berani memenjat ketika cuaca panas,” ucapnya.

    Menurutnya, selain memakai tuak kelapa sebagai bahan baku tuak, kadang dirinya juga membeli tuak ental untuk pembuatan arak tersebut. Baginya, tuak berbahan kelapa maupun ental hampir sama.

    Tidak ada perbedaan yang mencolok. “Proses pembuatan arak masih tradisional. Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi arak sekitar 4-7 hari,” katanya.

    Dia menjelaskan, saat ini dirinya masih cukup kesulitan di dalam memasarkan hasil kerajinannya. Sebab, sampai saat ini dirinya belum begitu banyak memiliki pelanggan untuk menjual arak yang dihasilkan. “Saya baru menggeluti kerajinan arak ini. Karena tak ada kerjaan lain, saya akhirnya belajar untuk membuat arak agar ada penghasilan di tengah situasi pandemi COVID-19,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleNelayan Perahu Selerek Kesulitan Peroleh BBM Subsidi
    Next Article Dinas Perikanan Kewalahan Penuhi Permintaan Bibit Ikan Air Tawar
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.