Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Nelayan Perahu Selerek Kesulitan Peroleh BBM Subsidi
    Ekonomi

    Nelayan Perahu Selerek Kesulitan Peroleh BBM Subsidi

    March 19, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Nelayan Perahu Selerek Kesulitan Peroleh BBM Subsidi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Nelayan Perahu Selerek Kesulitan Peroleh BBM Subsidi 2
    Deretan perahu selerek (purse seine) di Pelabuhan Pengambengan seusai melaut. Para nelayan perahu khas Selat Bali ini mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM bersubsidi karena perlu rekomendasi yang tidak memungkinkan diperoleh. (BP/Olo)

    NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah nelayan tradisional di Pengambengan dan Perancak mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar solar sejak beberapa bulan terakhir. Pemicunya, mereka diharuskan mengantongi surat rekomendasi dari Dinas terkait untuk dapat membeli solar bersubsidi bagi nelayan.

    Syarat yang ketat untuk mendapatkan rekomendasi itu yang membuat nelayan kewalahan. Khususnya para nelayan perahu selerek (purse seine) di bawah 30 GT (gross ton), yang merupakan perahu tradisional khas tangkap ikan di Selat Bali (Bali-Banyuwangi). Salah satunya terkait ijin dari Provinsi dan Kabupaten seperti SIUP (Surat Ijin Usaha Perikanan) yang kewenangan berdasarkan tonase berada di Provinsi Bali. Kondisi ini membuat nelayan terpaksa membeli bahan bakar yang non-subsidi meskipun harganya lebih tinggi.

    “Kami sejak awal sudah menyampaikan saat Menteri Kelautan kesini, tetapi belum ada tindaklanjut sudah berbulan-bulan. Ada fasilitas (BBM bersubsidi), tapi kami dipersulit,” terang salah satu usaha perahu selerek. Berbeda dengan perahu-perahu dibawah 5 GT yang mudah mendapatkan rekomendasi dan kini lebih dipermudah.

    Apalagi di masa pandemi ini, BBM bersubdisi yang memang ditujukan bagi nelayan itu sangat diperlukan. Perahu selerek meskipun di atas 5 GT, (golongan besar), juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perikanan tangkap di Jembrana. Sebab, dari perahu tangkap tradisional ini, banyak menyerap tenaga kerja. Bahkan bila dikalkulasikan seluruh perahu selerek yang beroperasi di Selat Bali dari Jembrana, mencapai ribuan orang. Persoalan ini sejatinya pernah disampaikan ke Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) RI saat berkunjung ke Pengambengan beberapa waktu lalu. Para nelayan berharap mereka bisa terakomodir bisa mendapatkan BBM bersubsidi dan aman.

    Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana, Ketut Wardanayana mengatakan memang beberapa bulan ini banyak nelayan khususnya nelayan selerek belum bisa mendapatkan rekomendasi terkait penggunaan BBM bersubsidi untuk nelayan. Hal itu dikarenakan adanya peraturan, berkaitan dengan SIUP perahu. Perahu Selerek ini memang unik, dimana ada dua perahu yang beroperasi namun hanya satu kapal yang terdaftar di SIUP sebelumnya. Inilah yang menjadi kendala di perijinan.

    Namun Dinas baru menerima, aturan yang memperbolehkan di SIUP tercatat dua perahu. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) RI nomor 58/Permen-KP/2020 tentang Usaha Perikanan Tangkap. “Dalam sebulan ini sudah bisa diurus perijinan itu. Kami baru mau koordinasikan ke Provinsi,” terangnya.

    Saat ini di Jembrana, terdapat 36 perahu selerek atau jumlahnya 72 perahu. Untuk rekomendasi ini, nantinya Dinas akan mendekatkan pelayanan ke kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. “Disana ada kantor, nanti kami akan ngantor disana dua hari atau tiga hari seminggu, untuk mendekatkan pelayanan rekomendasi ini. Sehingga nelayan tidak perlu sampai ke sini (Kantor Dinas),” terangnya, sehingga minimal sebulan ke depan, para perahu selerek bisa memperoleh ijin.

    Sebelumnya, Dinas juga telah mengeluarkan rekomendasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBN Pengambengan untuk nelayan dengan perahu dibawah 5 GT. Jumlah nelayan ini cukup banyak yakni mencapari 2000 nelayan. Dan satu rekomendasi mereka diberikan jatah BBM bersubsidi beragam mengikuti aturan dari BPH Migas. Pengaturan jumlah alokasi BBM bersubdisi ini berdasarkan mesin perahu. (Surya Dharma/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Sudah Boleh Digunakan
    Next Article Perajin Arak Kesulitan Bahan Baku Dimusim Hujan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.