Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Capai Target Pertumbuhan Ekonomi, Ekspor Harus Naik 4 Persen
    Ekonomi

    Capai Target Pertumbuhan Ekonomi, Ekspor Harus Naik 4 Persen

    March 21, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Capai Target Pertumbuhan Ekonomi, Ekspor Harus Naik 4 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis kinerja ekspor bakal tumbuh 4 persen tahun ini. Tepatnya, ekspor nonmigas. Namun, sejumlah tantangan ekonomi global akan tetap membayangi sektor perdagangan. Karena itu, pemerintah harus bisa menaklukkannya.

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa lembaga rating dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) mengoreksi prediksi pertumbuhan ekonomi global. Berdasar data terbaru, mereka berani meramalkan, perekonomian akan membaik.

    “Dikoreksi. Tetapi bukan koreksi turun. Koreksi naik,” ujar Lutfi kemarin (19/3).

    Dia menyatakan bahwa Indonesia membidik pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5–5,5 persen tahun ini. Untuk mencapai target itu, nilai ekspor harus tumbuh 4 persen. Syarat lainnya adalah pertumbuhan impor tidak boleh lebih dari 2 persen, konsumsi rumah tangga harus naik 5 persen, dan investasi tumbuh 13,7 persen.

    Optimisme tersebut, lanjut Lutfi, didukung tren super-cycle commodity. Yakni, komoditas yang harganya naik kencang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya, harga minyak mentah, harga LNG, beras, iron ore, dan copper.

    “Beberapa komoditas utama dunia mencatatkan rekor kenaikan harga yang sangat signifikan pada 2020. Itu memicu spekulasi supercycle commodity pada 2020–2021,” ungkap Lutfi.

    Sementara itu, ekonom Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan bahwa surplus ekspor masih di bawah normal. Itu terutama ditopang oleh harga komoditas yang masih tinggi dan mulai membaiknya permintaan dari negara-negara tujuan ekspor.

    “Jadi, ekspor relatif masih bagus di tengah kondisi impor yang masih sangat turun, belum ada perbaikan, disebabkan industri kita masih menahan produksi karena pandemi,” ucap Piter.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticlePresiden Jokowi Dijadwalkan Pantau Vaksinasi Covid-19 di Sidoarjo
    Next Article Soal Efek Vaksin, Ahli dari Hong Kong Minta Sinovac Lebih Transparan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.