Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Ikan Kerapu Menjadi Komoditi Ekspor Hasil Perairan Jembrana
    Ekonomi

    Ikan Kerapu Menjadi Komoditi Ekspor Hasil Perairan Jembrana

    March 23, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ikan Kerapu Menjadi Komoditi Ekspor Hasil Perairan Jembrana 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Ikan Kerapu Menjadi Komoditi Ekspor Hasil Perairan Jembrana 2
    Salah satu keramba jaring apung di perairan Candikusuma yang membudidaya ikan Kerapu. (BP/Olo)

    NEGARA, BALIPOST.com – Kabupaten Jembrana memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang potensial di Bali. Selain hasil tangkap andalan nelayan di Jembrana seperti ikan Lemuru (sardinella lemuru) dan Layur (trichiurus lepturus), salah satu jenis ikan yang saat ini dikembangkan untuk budidaya adalah ikan Kerapu. Bahkan Kabupaten Jembrana satu-satunya yang ditetapkan menjadi program Kampung Kerapu di Indonesia.

    Salah satu perairan yang dijadikan sentra budidaya Ikan yang hidup di coral (terumbu karang) ini adalah di Candikusuma, Kecamatan Melaya. Di perairan bekas pelabuhan rakyat di jaman Belanda ini, dinilai cocok untuk sentra budidaya ikan komoditi ekspor tersebut. Kepala Bidang Perikanan, I Ketut Wardananaya mengatakan Pantai Candikusuma ditetapkan menjadi Kampung Kerapu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI karena potensi di perairan tersebut.

    Dengan ditetapkannya Kampung Kerapu maka akan ada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan hasil ikan Kerapu ini. Saat ini memang sudah ada keramba jaring apung salah satu jenis ikan demersal kerapu di perairan Candikusuma. Panjang Pantai Candikusuma yakni 29,55 Kilometer dan memiliki potensi dalam pengembangan budidaya ikan Kerapu. Gugusan terumbu karang di Candikusuma dapat ditemukan jarak kurang lebih 1 km dari pantai pada kedalaman sekitar 9 sampai 11 meter. Disini merupakan lokasi yang sering digunakan nelayan serta para masyarakat yang mempunyai hobi memancing untuk menangkap ikan. Substrat perairan didominasi pasir hitam serta karang-karang mati yang sudah ditumbuhi alga. Dan sangat potensial untuk ikan Kerapu berkembangbiak. Dari data yang dihimpun, di Pantai Candikusuma terdapat tiga kelompok budidaya dan satu perusahaan yang membudidaya ikan Kerapu.

    Perairan sekitar Candikusuma seluas 699,12 ha dalam Rancangan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Propinsi Bali ditetapkan sebagai subzona budidaya laut di Kabupaten Jembrana. Sampai dengan tahun 2020, pemanfaatan perairan tersebut baru sebesar 1,64%, sehingga masih terbuka lebar untuk pengembangan budidaya ikan.

    Candikusuma ditetapkan sebagai kampung Kerapu. Karena memang disana sangat potensial. Untuk penjualan, sebenarnya ikan ini memiliki pangsa ekspor. Produksi yang dihasilkan selama tiga tahun terakhir mulai 2018 hingga 2020 juga mengalami peningkat seiring dengan jumlah tebar yang juga meningkat. Di tahun 2018 lalu, hasil produksi ikan Kerapu ini di Kabupaten Jembrana mencapai 2.320 kilogram dengan nilai Rp 193.600.000. Beranjak ke tahun 2020 meningkat dengan hasil produksi 67.730 kilogram senilai Rp 6.095.700.000.

    Pengembangan Kampung Kerapu di Kabupaten Jembrana memiliki titik sentral (zona inti) yang terletak di perairan Candikusuma seluas 699,12 ha dan untuk pengembangannya akan diarahkan ke perairan sekitar Baluk-Cupel seluas 1.585,97 ha (Rancangan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Propinsi Bali Tahun 2020-2040). Kampung Kerapu ini didukung sepenuhnya oleh masyarakat Candikusuma, dengan terbentuknya Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan), Kelompok Usaha Bersama (KUB Nelayan), Kelompok Pengolah dan Pemasaran Ikan (Poklahsar) serta kelompok lainya di sekitar Candikusuma.

    Nantinya ke depan, Ikan Kerapu akan diolah menjadi lebih bernilai dengan fillet dengan pasar ekspor. “Sekarang kita masih menjajaki, dengan ditetapkannya Kampung Kerapu ini tentunya cukup berpotensi. Salah satunya hasil olahan fillet kerapu dengan pangsa ekspor,” pungkasnya. (Surya Dharma/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleTingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi, AHM Revitalisasi TUK di SMK Mitra Binaan
    Next Article ‘Shrimpis’ Sajikan Best Seafood in Seminyak Untuk Dinikmati Bersama Candi
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.