Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Harga Cabai di Bangli Mulai Turun
    Ekonomi

    Harga Cabai di Bangli Mulai Turun

    April 5, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Harga Cabai di Bangli Mulai Turun 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Harga Cabai di Bangli Mulai Turun 2
    Petani sedang memetik cabai. (BP/dok)

    BANGLI, BALIPOST.com – Sempat meroket di atas Rp 100 ribu per kilogramnya, harga cabai rawit di pasar mulai turun. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menyebut dari hasil survei harga pangan yang rutin dilakukan pihaknya di pasar tradisional, harga cabai rawit merah kini ada pada posisi harga Rp 65 ribu per kilogram.

    Dikatakan Sarma, sesuai catatannya harga cabai mulai turun sejak akhir Maret lalu. Sepengetahuannya, penyebab turunnya harga cabai karena adanya pasokan cabai dari luar.

    Pihaknya tidak bisa memastikan apakah harga cabai akan naik lagi jelang hari raya Galungan. Namun ia memprediksi kenaikan harga cabai tidak akan terjadi. Menurutnya yang kemungkinan mengalami kenaikan harga yakni bawang, daging dan telur ayam. Karena komoditas itu yang paling banyak dibutuhkan jelang Galungan. “Kalau cabai saya kira tidak. Karena cuaca sudah mulai membaik, dan pemerintah terus jaga agar harga cabai tidak terlalu mahal, agar inflasi bisa ditekan,” ujarnya, Minggu (4/4).

    Untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga cabai, Sarma mengaku pihaknya sudah terus berupaya menyosialisasikan ke masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan komoditas kebutuhan sehari-hari seperti cabai. Selama ini Dinas PKP Bangli melaksanakan program pekarangan pangan lestari (P2L). Dalam program itu, Dinas PKP membagikan bibit cabai. Ada juga program serupa dari TP PKK berupa Hatinya PKK.

    Ia mengklaim saat ini sudah banyak masyarakat yang menanam cabai di lahan pekarangan. “Tahun 2020 kami membina 14 Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam kegiatan P2L,” pungkasnya.

    Sebagaimana yang diketahui, harga cabai di pasar tradisional di Bangli sempat meroket Rp 120 ribu per kilogramnya pada Maret lalu. Cuaca buruk disebut menjadi penyebab naiknya harga bumbu dapur tersebut. Produksi cabai di petani menurun hingga 50 persen. (Dayu Swasrina/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGenesis pecahkan rekor terbangkan 3.281 drone di langit China
    Next Article Istana Garuda Bisa Jadi Daya Tarik, Seperti Masjid Kubah Mas di Depok
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos Kemensos 2026 Terbaru untuk Lihat PKH dan BPNT
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.