Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pastikan Kesehatan Babi, Distan Kerahkan Puluhan Dokter Hewan
    Ekonomi

    Pastikan Kesehatan Babi, Distan Kerahkan Puluhan Dokter Hewan

    April 11, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pastikan Kesehatan Babi, Distan Kerahkan Puluhan Dokter Hewan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Pastikan Kesehatan Babi, Distan Kerahkan Puluhan Dokter Hewan 2
    Made Sumiarta. (BP/Mud)
    Pastikan Kesehatan Babi, Distan Kerahkan Puluhan Dokter Hewan 3

    SINGARAJA, BALIPOST.com – Menjelang hari Penampahan Galungan Tahun 2021, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng menerjunkan para dokter hewan ke lokasi pemotongan babi di Bali Utara. Ini dilakukan untuk menjamin konsumen mengkonsumsi daging babi yang hegienis dan terbebas dari bibit penyakit yang menular ke manusia.

    Kepala Dinas Pertanian (Distan) didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Made Suparma Minggu (11/4) mengatakan, para dokter hewan baik di Distan dan di setiap kecamatan diikerahkan mulai Minggu dan berlanjut Senin (12/4) hari ini. Sebanyak 20 personel ini akan dibagi untuk memeriksa kesehatan ternak babi sebelum di potong dan mengawasi peredaran di pedagang pengecer di pasar tradisional.

    Pada tahap awal, para dokter hewan ini akan memeriksa ternak babi di tingkat pengepul atau sodagar babi potong. Pengawasan ini menyasar 37 lokasi pemotongan babi yang semuanya itu adalah skala rumah tangga. Pemeriksaan ini dikenal dengan istilah Post Mortem. Di mana, pada pemeriksaan ini, tim dokter hewan akan mengecek secara fisik ternak babi sebelum dipotong. Pemeriksaan ini mentitikberatkan pada kemungkinan adanya ternak babi dalam kondisi sakit atau terjangkit bibit penyakit yang berpotensi menular ke manusia. Ini seperti penyakit ASF yang sebelumnya sempat mewabah beberapa waktu yang lalu. “Mulai Minggu (11/4), para dokter hewan kami kerahkan melakukan pemeriksaan Post Mortem dan tujuannya mengecek kesehatan babi dan memastikan tidak ada bibit penyakit yang menular seperti ASF,” katanya.

    Setelah pemeriksaan Post Mortem, para tim dokter kembali diterjunkan. Kali ini menyasar pedagang pengecer di pasar tradisional atau pasar lain. Pemeriksaan ini lebih dikenal dengan sebutan Ante Mortem. Pada pemeriksaan ini, tim dokter hewan akan mengecek kesehatan daging yang sudah dalam bentuk karkas. Terutama, poin pemeriksaan adalah mencegah perlakukan dagingnya agar tidak dicampur dengan daging tok, tulang, jeroan. Ini penting diawasi karena kerap kali daging dicampur dengan baian yang satu dengan yang lain, sehingga berpotensi terkontaminasi suatu bibit penyakit, sehingga menganggu tingkat hegienitas daging itu sendiri. Termasuk, tim akan memeriksa bagaimana kebersihan tempat dan alat yang disiapkan oleh pedagang, sehingga konsumen benar-benar mendapatkan daging layak konsumsi. “Pemeriksaan Post Mortem, kami datang ke pasar-pasar, sehingga daging yang beredar nanti adalah daging sehat dan layak dikonsumsi oleh masyarakat untuk keperluan Galungan nanti,” jelasnya.

    Terkait stok babi menjelang hari Penampahan Galungan, Sumiarta menyebut, memenuhi kebutuhan daging babi untuk hari Galungan ini estimasi stok babi siap potong di Buleleng sebanyak 7.000 ekor. Dari jumlah itu, estimasi kebuthan babi yang akan dipotong untuk hari Penampahan Galungan ini sebanyak 1.000 ekor. Stok babi sebanyak itu, semut Sumiarta tidak semuanya dipasok oleh peternak di gumi Den Bukti saja. Sebaliknya, sebagian besar stok babi itu dipasok dari peternak di Kabupaten Badung, Bangli, dan Kabupaten Tabanan.

    Mengapa Buleleng tidak bisa memenuhi stok babi dari peternak lokal, karena selama ini tidak ada penggemukan babi potong di Buleleng berskala besar. Yang ada justru warga masyarakat memelihara babi hanya untuk usaha sampingan, dengan memelihara antara 1 atau 2 ekor babi. Saat ini hanya ada1 perusahaan penggemukan babi yang sekala besar, sehingga pasokan babi luar pun tidak bisa dihindari, sehingga Buleleng ketergantungan dengan paoskan dari kabupaten lain. “Hanya ada 1 skala besar dan memang dari dulu peternak lokal tidak mampu menyiapkan stok babi saat hari raya, sehingga kiriman dari luar daerah pun tidak bisa dihindari,” jelasnya. (Mudiarta/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleGelisah dan Jenuh di Rumah, Awas Gejala Cabin Fever Selama Pandemi
    Next Article Bupati Malang dan Lumajang Diminta Siapkan Tempat Pengungsian
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.