Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI jadi 4,3 Persen Tahun ini
    Ekonomi

    IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI jadi 4,3 Persen Tahun ini

    April 11, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI jadi 4,3 Persen Tahun ini 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – International Monetary Fund (IMF) telah merilis proyeksi ekonomi global, termasuk Indonesia. Dalam laporan itu, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan Indonesia 2021 dari 4,8 persen menjadi 4,3 persen.

    Menanggapi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, proyeksi lembaga internasional, termasuk IMF, didasarkan pada kondisi ketidakpastian yang terjadi di global. Turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi berbagai asumsi. Karena itu, dari sisi kebijakan, pemerintah bakal melakukan penyesuaian.

    “Asumsinya macam-macam, soal vaksinasi, soal kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 (third wave), dan lain-lain. Namun, dari sisi kebijakan, kami kontrol dan kami lakukan penyesuaian (adjustment, Red),” paparnya pada Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional Jumat (9/4).

    Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pemerintah pun telah all-out dalam memberikan stimulus. Di antaranya, bantuan sosial kepada masyarakat dan memberi insentif dunia usaha seperti perpajakan. Untuk UMKM dan korporasi pun, pemerintah menggelontorkan insentif sebesar Rp 184,83 triliun.

    Ani, sapaan Menkeu, optimistis, upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah dan dengan uluran tangan dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun LPS akan membawa perekonomian Indonesia di tahun ini untuk berada di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen (year-on-year/YoY).

    “Kita harus menjaga agar bisnis tetap bertahan sehingga kita melakukan reformasi di bidang struktural. Ini yang difokuskan pemerintah sehingga kita bersama-sama dari sisi demand, suplai, permintaan, dan penawaran,” tuturnya.

    Editor : Estu Suryowati

    Reporter : (dee/han/c13/dio)


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMenristek Kecewa Perpres BRIN Tak Pernah Diundangkan Kemenkumham
    Next Article Usai Gempa, Khofifah Minta Masyarakat Waspada Ancaman Bencana Lain
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.