Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»“Weight Distribution & Bodi Kit”, di balik sukses Xpander AP4
    Automotive

    “Weight Distribution & Bodi Kit”, di balik sukses Xpander AP4

    April 13, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    "Weight Distribution & Bodi Kit", di balik sukses Xpander AP4 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Mitsubishi Xpander AP4 menunjukkan kebolehannya saat menjuarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021 di Sirkuit Badak, Tanjung Lesung, Banten, pada 10-11 April 2021.

    Terdapat beberapa faktor yang mendukung kesuksesan itu, antara lain pengembangan bodi kit untuk handling, serta perubahan weight distribution (keseimbangan berat) untuk rally karena mobil itu sebenarnya menggunakan basis kendaraan penumpang Mitsubishi Xpander Cross.

    Baca juga: Mitsubishi Indonesia incar penjualan 90 ribu mobil tahun ini

    Pebalap Indonesia, Rifat Sungkar yang mengembangkan Xpander AP4 bersama Ralliart Team Selandia Baru menjelaskan pada bodi kit, terutama bumper depan dibuat lebih besar untuk mengakomodasi handling dan aerodinamika.

    “Pengembangannya sangat signifikan, dari mobil standar menjadi rally. Dasar mobil ini adalah Xpander Cross,” kata Rifat saat menjelaskan Xpander AP4 di YouTube Channel-nya, dikutip Selasa.

    “Untuk kepentingan handling, bumper dibuat lebih besar karena untuk aerodinamika saat berkecepatan tinggi, jadi handling lebih baik,” kata dia.

    Mobil berkelir merah putih itu sudah tidak menggunakan mesin standar, kapasitasnya dinaikkan menjadi 1.600cc dengan turbocharger, sehingga terlihat ada dua lubang udara di atas kap mesin.

    Masih terkait dengan bodi, Rifat menjelaskan, lebar Xpander AP4 juga bertambah 10-12cm karena ukuran fender yang diperbesar, namun tidak mengubah desain khas Mitsubishi Xpander.

    Baca juga: Tengok harga Xpander bekas setelah insentif PPnBM mobil baru

    Pada bagian samping, terlihat posisi kaca spion yang mundur 20cm ke belakang. Rifat menjelaskan, letak spion diubah untuk menyesuaikan posisi duduknya yang lebih ke belakang (posisi pilar B) untuk keperluan weight distribution.

    “Spion digeser ke mundur 20 cm untuk menyesuaikan posisi duduk saya di pilar B, alasannya untuk weight distribusion yang lebih baik saat berkecepatan tinggi,” kata Rifat.

    Mobil itu juga bisa menghemat bobot kendaraan karena tidak menggunakan kaca biasa melainkan plexyglass yang lebih ringan, sedangkan doortrim dibuat dengan bahan karbon.

    “Kaca pakai plexiglass dengan lubang angin. Angin juga masuk melalui air scope di atas mobil. Total bisa menghebat bobot 8 kilogram jika dibandingkan kaca biasa,” kata Rifat.

    “Doortrim dari kabron, untuk menghemat berat. Semakin ringan mobilnya semakin bagus handling mobilnya,” kata dia, seraya menambahkan bahwa bobot mobil bermesin 1.600 cc itu kini hanya 1.230kg, jauh berkurang dari varian standard sekira 1.780 kg.

    Baca juga: Utamakan kenyamanan keluarga, kunci Xpander dipercaya konsumen

    "Weight Distribution & Bodi Kit", di balik sukses Xpander AP4 2
    Xpander AP4 (ANTARA/HO)

    Selain itu, bagian over-fender belakang dibuat lebih tipis dengan tambahan protektor guna menyiasati perubahan travel suspension. Fender belakang juga menyatu dengan bumper, sehingga posisi exhoust akan berada di tengah bumper belakang.

    Faktor lain yang menjadi kelebihan Xpander ini adalah penggunaan dua jenis wing belakang. Pertama adalah tipe besar untuk kebutuhan high speed, sedangkan tipe yang lebih kecil tersedia untuk trek balap yang berkelok-kelok.

    “Wing itu memberikan pengaruh saat berkecepatan tinggi,” kata dia.

    Pengembangan oleh Rifat Sungkar dan Ralliart Team Selandia Baru terbukti dengan hasil di Sirkuit Badak, Tanjung Lesung. Mobil yang dinahkodai Rifat Sungkar dan navigator M Redwan mencatatkan waktu total 10 menit 8,2 detik, unggul lebih dari 11 detik atas kompetitor mereka di posisi kedua.

    Baca juga: Mitsubishi Xpander turun hingga Rp18 jutaan

    Baca juga: Laris terjual, MMKSI hadirkan kembali Xpander Cross edisi Rockford

    Baca juga: MMKSI sambut baik adanya insentif PPnBM, Xpander bakal turun harga?

     

    Pewarta: A069
    Editor: Ida Nurcahyani
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKhofifah Minta Aparat Pajang Data Kerusakan di Balai Desa
    Next Article Sistem Logistik Ecommerce Permudah UMKM Jangkau Konsumen
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.