Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Kemenkeu Sebut Transfer Dana dari Pusat Tak Dimanfaatkan Daerah
    Ekonomi

    Kemenkeu Sebut Transfer Dana dari Pusat Tak Dimanfaatkan Daerah

    May 4, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Kemenkeu Sebut Transfer Dana dari Pusat Tak Dimanfaatkan Daerah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com–Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, transfer anggaran instrumen fiskal dari pusat ke daerah tidak efektif menggenjot perekonomian. Sebab, pemanfaatan penyaluran dana transfer ke daerah dan dana desa atau TKDD masih sangat kecil.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tersendatnya dana dari pusat ke pemerintah daerah membuat kekuatan mendorong geliat perekonomian di daerah juga ikut mandek pada dua kuartal akhir 2020.

    ”Mampet atau tidak berjalan waktu ditransfer ke APBD, karena berhenti dan terjadi jeda. Jadi kekuatan untuk mendorong ekonomi terutama di kuartal III-IV tahun lalu sangat menurun,” ujar Sri Mulayni secara virtual, Selasa (4/5).

    Menurut dia, pemerintah daerah tidak mengeksekusi dana transfer daerah secara efektif. Berdasar evaluasi yang dilakukan, hingga Oktober 2020, dana TKDD oleh pemerintah pusat sudah disalurkan mencapai 91,4 persen. Namun sayangnya, yang dibelanjakan hanya mencapai 53 persen. Adapun dana yang ditransfer hingga Oktober 2020 sudah mencapai Rp 697,9 triliun.

    Menkeu mencatat sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) 2020 pemerintah daerah cukup tinggi. Rata-rata silpa pada anggaran 2020 mencapai 7,83 persen. ”Silpa masih relatif masih tinggi 7,83 persen, bahkan di Palu mencapai 77 persen,” ungkap Sri Mulyani.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan hal yang sama. Hingga Maret 2021 terdapat sekitar Rp 182 triliun dana dari APBD provinsi, kabupaten, dan kota yang diendapkan di perbankan. Padahal, dana sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi untuk memperbesar sisi permintaan dan sisi konsumsi.

    Saksikan video menarik berikut ini:

    Editor : Latu Ratri Mubyarsah

    Reporter : Romys Binekasri


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleSehari 188 Jiwa Meninggal Akibat Covid-19, Positif Tambah 4.369 Orang
    Next Article Buka Kafe Sampai Jadi Reseller, Cara Travel Umrah Atasi Zero Income
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.