Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Terakhir Dilaksanakan 10 Tahun Lalu, Mreteka Merana Kembali Digelar di Desa Bedha
    Ekonomi

    Terakhir Dilaksanakan 10 Tahun Lalu, Mreteka Merana Kembali Digelar di Desa Bedha

    May 5, 2021No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Terakhir Dilaksanakan 10 Tahun Lalu, Mreteka Merana Kembali Digelar di Desa Bedha 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Terakhir Dilaksanakan 10 Tahun Lalu, Mreteka Merana Kembali Digelar di Desa Bedha 2
    Suasana Mreteka Merana yang digelar Desa Adat Bedha, Rabu (5/5). (BP/bit)
    Terakhir Dilaksanakan 10 Tahun Lalu, Mreteka Merana Kembali Digelar di Desa Bedha 3

    TABANAN, BALIPOST.com – Sebagai daerah lumbung beras Bali, Kabupaten Tabanan tentu saja memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Sejumlah tantangan pun kerap dihadapi para petani, misalnya saja serangan hama tikus yang mengancam hasil produksi pertanian.

    Mengatasi hama tikus, sejumlah desa di Kabupaten Tabanan masih menggunakan cara tradisional yakni ‘pengeropyokan’. Tidak hanya itu, upacara Mreteka Merana atau ngaben tikus kerap masih dilakukan krama subak di wilayah Desa Adat Bedha, Tabanan.

    Upacara ini masih erat kaitannya dengan keselamatan dan kesuburan tanaman, khususnya padi.

    Upacara Mreteka Merana ini menurut Bendesa Adat Bedha, I Nyoman Surata, ada dalam sastra dan ini tidak rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Melainkan akan dilaksanakan sesuai dresta, artinya ketika terjadi wabah serangan hama di wilayah subak Desa Adat Bedha yang tak terkendali (merana akeh), ritual ini akan dilaksanakan oleh krama.

    Ritual ini diyakini sebagai upacara yang mampu bisa mengendalikan serangan hama pada tanaman warga di subak. “Upacara ini terakhir dilakukan 10 tahun silam,” jelas Surata, Rabu (5/5).

    Ia melanjutkan, prosesnya hampir sama dengan upacara ngaben pada manusia. Hanya saja ini untuk “Jro Ketut,” sebutan tikus dalam tradisi Bali. (Puspawati/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleManisnya Cake Ditampilkan Lewat Keindahan Fashion 7 Label
    Next Article Polisi Imbau Umat Islam Salat Ied Idul Fitri Di Rumah Saja
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.