Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»“Cold Storage” Badung Belum Mampu Kendalikan Gejolak Harga
    Ekonomi

    “Cold Storage” Badung Belum Mampu Kendalikan Gejolak Harga

    May 8, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    "Cold Storage" Badung Belum Mampu Kendalikan Gejolak Harga 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    "Cold Storage" Badung Belum Mampu Kendalikan Gejolak Harga 2
    Pedagang bahan pangan di pasar tradisional sedang melayani pembeli. (BP/eka)
    "Cold Storage" Badung Belum Mampu Kendalikan Gejolak Harga 3

    MANGUPURA, BALIPOST.com – Keberadaan Cold Athmosphere Storage (CAS) milik Pemkab Badung yang dikelola Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS), belum mampu mengatasi gejolak harga di pasaran. Buktinya, harga cabai merah sempat tak terkendali hingga menyentuh mencapai harga Rp 100 ribu per kilo dari harga Rp 85 ribu.

    Direktur Utama Perumda MGS, Made Sukantra, Jumat (7/5), mengatakan gejolak harga yang terjadi lantaran hasil panen petani cabai dan bawang turun. Kondisi ini berdampak pada stok kebutuhan yang disimpan di CAS.

    “Awalnya tujuan CAS adalah untuk menampung produksi cabai dan bawang ketika panen melimpah dan dikeluarkan apabila terjadi kenaikan harga. Namun, belakangan ini produksi petani minus sehigga terjadi gejolak harga,” ungkapnya.

    Menurutnya, pihaknya sempat berupa mencarikan suplai cabai dan bawang dari daerah lain, seperti Kabupaten Bangli, Kabupaten Bima, NTT dan Kabupaten Probolinggo, Jatim guna memenuhi kebutuhan pasar. Hanya saja, ketiga wilayah tersebut juga mengalami kondisi yang sama dengan Badung.

    “Kami sempat berkoordinasi dengan daerah penghasil cabai dan bawang seperti Bangli, Bima, Probolinggo, namun mereka juga tidak mendapatkan panen yang berlimpah. Sebelum Galungan lalu kami berencana ke Bima untuk langsung mencari ke petani, namun karena terjadi bencana banjir disana jadi dibatalkan,” jelasnya.

    Made Sukantra juga mengakui, stok cabai dan bawang di CAS hingga kini masih kosong. Hasil pertanian yang mengalami penurunan akibat cuaca langsung terserap oleh pasar. “Karena tidak ada over produksi masyarakat, jadi kami tidak menyimpan (stok di CAS –red). Saat ini hasil pertanian sudah terserap langsung oleh pasar atau unit agro yang langsung membeli produksi masyarakat,” terangnya.

    CAS merupakan salah satu program Pemkab Badung untuk mengatasi lonjakan harga. Tak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 7 miliar.

    Pemerintah telah memutuskan pembangunan CAS akan berdiri di wilayah Kecamatan Petang. Teknologi penyimpanan bahan pangan CAS dibangun oleh Pemkab Badung sejak 2018, dengan menggunakan teknologi yang diadopsi dari Kudus, Jawa Tengah ini diklaim dapat mengawetkan bahan pangan agar tidak cepat busuk.

    Dengan adanya teknologi CAS, setiap panen raya, petani di Badung tidak mengalami kerugian akibat harga yang sangat murah. Seperti kasus petani salak di Karangasem dimana petani enggan panen, karena harga di bawah standar dan merugikan. (Parwata/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHampir 20 Tahun Subak Balangan Kekeringan, Petinggi Badung Turun ke Lokasi
    Next Article Percepat Perputaran Uang di Masyarakat, Dana Hibah Diminta Segera Dicairkan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.