Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Covid-19 Memang Turun Tapi Masih Belum Aman
    News

    Covid-19 Memang Turun Tapi Masih Belum Aman

    August 22, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Covid-19 Memang Turun Tapi Masih Belum Aman 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pemerintah terus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan sistem level 1-4 untuk melandaikan kurva kasus Covid-19. Kasus Covid-19 memang terlihat menurun dalam sepekan terakhir yakni sekitar 20 ribu kasus sehari.

    Namun angka kematian masih di atas seribu jiwa sehari dan angka positivity rate masih di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai situasi di Indonesia masih belum aman.

    Angka positivity rate masih di atas 10 persen, jauh melebihi batas WHO yakni 5 persen. Tingginya angka kematian dinilai masih tinggi. Sedangkan tes masih sering anjlok di bawah 200 ribu spesimen

    “Yang jelas walaupun menurun kasusnya, memang sih ada penurunan, tapi dengan positivity rate masih jauh masih di atas 10 persen, tes menurun, ini jadi sulit kita mengatakan situasinya sudah terkendali, karena dukungan datanya rendah sekali, ditambah kematian yang selain sebetulnya masih tinggi, dan juga sistem pelaporan belum tertata baik, angka probable kematian juga tak dihitung,” tegas Dicky kepada JawaPos.com, Minggu (22/8).

    Dicky mengakui, memang dengan adanya PPKM, secara umum ada perbaikan. Namun melandai kurva kasus saat ini belum bisa dikatakan aman meski Indonesia sudah melewati puncak. Ia menyebut masyarakat Indonesia masih berjalan di lorong yang gelap.

    “Masih jauh dari kata aman, walaupun sudah melewati dari puncaknya. Situasi kita masih dalam lorong kegelapan, seperti orang berjalan dengan setengah mata tertutup. Dukungan data belum maksimal, menurut saya berbahaya ya memasuki tahun kedua, data masih begini, terlalu berisiko untuk negara kepulauan seperti Indonesia, terutama di kematian di masyarakat dan di rumah-rumah,” tuturnya.

    Editor : Dimas Ryandi

    Reporter : Marieska Harya Virdhani


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKomnas HAM Akan Serahkan Hasil Temuan TWK ke Presiden Jokowi
    Next Article Ketidakterbukaan KY dalam Seleksi CHA Berpotensi Terjadi Pasar Gelap
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.