Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Ajak Anak Bercerita, tapi Tidak Perlu Detail
    Lifestyle

    Ajak Anak Bercerita, tapi Tidak Perlu Detail

    August 29, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Ajak Anak Bercerita, tapi Tidak Perlu Detail 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Melalui website resmi, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menyebutkan bahwa 64,3 persen dari 1.305 responden memiliki masalah psikologis berupa cemas atau depresi. Yang mencengangkan lagi, 76,1 persennya dialami perempuan. Nah, parents perlu berhati-hati. Saat ayah-bunda stres hingga depresi, itu ternyata bisa berdampak pada anak lho! 

    —

    TIDAK jarang, saat stres sudah di ubun-ubun, emosi akan keluar. Orang-orang di sekitar menjadi sasaran. Tak terkecuali anak. Mengelola stres itu PR yang berat. Tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh orang tua.

    Psikolog Saskhya Aulia Prima menuturkan, saat orang tua stres kemudian memilih untuk memendam lalu tetap berinteraksi dengan anak, kadang orang tua tidak 100 persen hadir untuk anak. Selain lebih mudah marah, orang tua berpotensi sulit fokus.

    Co-founder Tiga Generasi itu menyebutkan, orang tua stres akan berdampak terhadap perilaku anak. Anak menjadi lebih menantang atau dikenal dengan sebutan anak lebih bandel. Perilaku anak, lanjut Saskhya, tidak sesuai ekspektasi orang tua. ’’Ada penelitian, anak usia 7–11 tahun akan memberikan respons fisik apabila orang tuanya menyembunyikan stres,” terangnya.

    Apakah itu saja efeknya? Tunggu, bunda. Masih ada beberapa efek lain yang bisa juga muncul saat parents menyembunyikan stres dan tidak optimal dalam berinteraksi dengan anak.

    Pertama, timbul kebingungan pada diri anak. Saskhya mengungkapkan, anak bakal merasa bahwa orang tuanya tidak memiliki waktu 100 persen untuk dirinya. Treatment orang tua kepada anak pun berubah-ubah.

    Kedua, anak bakal sulit mengelola stres saat dewasa. Sebab, anak melihat orang tuanya ketika kecil. Orang tua menjadi role model buat anak. Perilaku orang tua terekam di memori anak.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKAI Integrasikan Boarding Tiket dengan Aplikasi PeduliLindungi
    Next Article MAKI Berencana Laporkan Wakil Ketua KPK ke Bareskrim Terkait Etik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.