Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Automotive»Perkembangan model mobil listrik global dan Indonesia
    Automotive

    Perkembangan model mobil listrik global dan Indonesia

    October 18, 2021No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Perkembangan model mobil listrik global dan Indonesia 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan memasuki era mobilitas terelektrifikasi dalam beberapa tahun ke depan, menyusul diresmikannya pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pertama di Asia Tenggara yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

    Hadirnya industri baterai tidak hanya membuka peluang manufaktur dan penjualan kendaraan listrik, namun turut meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi untuk mengembangkan industri turunan yang menggunakan baterai.

    Sejalan dengan itu, hadirnya kendaraan listrik juga akan mendorong perubahan gaya hidup masyarakat dalam berkendara yang lebih ramah lingkungan serta efisien dalam pengeluaran ongkos bahan bakar.

    Bicara mengenai EV, perkembangannya ternyata sudah dimulai sejak satu abad yang lalu ketika para insinyur otomotif di Eropa dan Amerika mengembangkan mobil bertenaga listrik.

    Baca juga: Pabrik baru Karakatau Steel siap pasok baja untuk mobil listrik

    Melansir laman Departemen Energi AS (energy.gov) pada Senin, disebutkan bahwa mobil listrik pertama lahir pada 1832 dari tangan penemu asal Skotlandia Robert Anderson.

    Namun perlu waktu lebih dari setengah abad untuk memacu para penemu lainnya untuk mulai merancang mobil listrik, misalnya Henry Ford, Ferdinand Porsche, Karl Benz, dan William Morrison.

    William Morrison bahkan menjalin kerja sama dengan American Battery Company untuk memproduksi taksi listrik berkecepatan 35km/jam pada tahun 1897.

    Perkembangan model mobil listrik global dan Indonesia 2
    GM EV1 (ANTARA/Wikimedia)

    Kendati pamor mobil listrik sempat naik pada awal 1900, namun nyatanya mobil berbahan bakar minyak tetap menjadi pilihan utama sampai era 1970 ketika harga minyak dunia naik dan isu kesadaran lingkungan mulai meningkat.

    Melansir EV Express UK, pada era 1970-an lahir beberapa mobil listrik antara lain Buick Skylark General Motors, Enfield 8000, dan Jeep Electruck oleh American Motor Company.

    Butuh waktu 20 tahun bagi para pabrikan untuk merancang mobil listrik dengan kecepatan yang mendekati mobil berbahan bakar bensin, atau setidaknya bisa melaju hingga 90 km/jam.

    General Motors pada 1996–1999 memproduksi sedan dua pintu (coupe) berkapasitas dua penumpang yang diberi nama GM EV1. Mobil itu menggunakan baterai “lead-acid pack” untuk melaju sejauh 130–160 km dengan akselerasi 0-50 km/jam hanya dalam 7 detik.

    Sayangnya, mobil berdesain futuristik seperti kapsul itu tidak pernah dijual setelah GM membatalkan proyek EV1 pada 2003 karena kekhawatiran suku cadang yang mahal dan dinilai tidak terlalu menguntungkan bagi perusahaan.

    Baca juga: Luhut minta Wuling pasarkan mobil listrik paling lambat akhir 2022

    Perkembangan model mobil listrik global dan Indonesia 3
    Jeep Electruck (ANTARA/Wikimedia)

    Era komersial dan perkembangan di Indonesia

    Mobil listrik memasuki era penjualan setelah Toyota mengenalkan Prius Hybrid di pasar domestik Jepang. Saat itu, penjualan Prius sebanyak 18.000 unit untuk tahun pertama produksi pada 1997, kemudian dijual secara global pada 2000.

    Startup asal Silicon Valley, Tesla, menggebrak pasar mobil listrik melalui Tesla Roadster berdesain sport pada 2004 dan didistribusikan kepada konsumen mulai 2008.

    Langkah Toyota dan Tesla kemudian disusul Nissan yang mengenalkan city car Nissan Leaf, kemudian Mitsubishi i-MiEV dan Chevrolet Volts dari General Motors, dengan model mobil listrik yang lebih kecil dan praktis.

    Dinamika harga baterai yang mahal dan lokasi pengisian daya menjadi tantangan produsen mobil listrik, namun hal itu tidak menyurutkan manufaktur untuk bersiasat dengan teknologi plug-in hybrid atau menyediakan instalasi pengisian daya di rumah konsumen.

    Setelah 2010, berbagai jenama mobil listrik pun bermunculan, mulai dari pabrikan Eropa BMW, Mercedes-benz, Renault, Volkswagen hingga Asia melalui Kia Soul EV, Geely Panda EV, BYD E6 hingga Hyundai BlueOn.

    Baca juga: Wuling unjuk ekosistem produksi dan elektrifikasi kepada pemerintah

     

    Perkembangan model mobil listrik global dan Indonesia 4
    BYD E6 (ANTARA/Wikimedia)

    Perkembangan mobil listrik di Asia juga sampai ke Indonesia. Meski hanya berstatus purwarupa, Indonesia pernah memiliki mobil listrik bernama Tucuxi, Selo, Gendhis dan beberapa jenis bus. Meski sempat dipamerkan pada KTT ASEAN 2013 di Bali, perkembangan mobil listrik itu tidak dilanjutkan.

    Perkembangan mobil listrik di Indonesia juga menyita perhatian masyarakat umum dengan banyaknya jenis EV yang keluar masuk ruang pameran dalam beberapa tahun belakangan. Beberapa pabrikan juga mulai menjual mobil ramah lingkungan, atau setidaknya mengenalkan produk mereka kepada khalayak.

    Tren EV

    Pada fase produksi awal, mobil listrik rata-rata dirancang dengan model sedan atau sport coupe. Selain menawarkan aerodinamika yang lebih baik, mobil dengan desain itu diklaim memiliki bobot yang lebih ringan untuk mempermudah kinerja baterai.

    Namun dalam perjalanannya, desain mobil listrik mengikuti tren pasar sehingga tidak heran beberapa jenama Eropa menghadirkan EV dengan tampilan sport utility vehicle (SUV) dan small car.

    China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia bahkan berinovasi menghadirkan mobil listrik berjenis serbaguna (MPV) dan van yang bisa memuat lebih banyak penumpang dan barang.

    Baca juga: Pemerintah targetkan produksi 600 ribu unit mobil listrik pada 2030

    Yang menjadi perhatian adalah munculnya mobil listrik berjenis city car dan mini untuk menyasar konsumen yang lebih luas karena menawarkan kepraktisan.

    Menurut data EV Volumes, penjualan mobil berdesain mungil Wuling (SGMW) Mini EV menembus 180 ribu unit pada semester pertama 2021, atau sekira 30 ribu unit per bulan. Sedangkan total penjualan seluruh model listrik Wuling mencapai 216.989 unit.

    Secara total penjualan mobil listrik berdesain mungil mencapai 300 ribu unit di China yang dipimpin Wuling (SGMW) Mini EV, pada semester pertama tahun ini. Mini EV bukanlah mobil listrik pertama Wuling, mereka sebelumnya memiliki E100 yang dirilis pada 2017.

     

    Perkembangan model mobil listrik global dan Indonesia 5
    Para menteri mencoba mobil listrik Wuling Mini EV. (ANTARA/HO) (ANTARA/HO)

    Laman Inside EV menuliskan bahwa mobil listrik berdesain mini mengalami pertumbuhan yang kuat ketimbang model lainnya karena menawarkan fungsionalitas yang optimal, yakni harga terjangkau, memuat empat penumpang (keluarga kecil) dan praktis digunakan karena rata-rata pemakai EV adalah masyarakat perkotaan.

    Baca juga: Presiden: 2-3 tahun lagi mobil listrik bermunculan dari negara kita

    Di Indonesia, pemerintah telah meluncurkan regulasi pengembangan mobil listrik dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Motor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

    Sejalan dengan itu, beberapa jenama otomotif sudah menjual mobil listrik, dari sedan sport, city car sampai mobil niaga. Namun yang menjadi tantangan adalah, segmen mana yang akan diminati konsumen Indonesia dan bagaimana strategi pabrikan dalam menyerap tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sesuai arahan pemerintah.

    Pada tahun ini, keseriusan pabrikan di Indonesia juga terlihat setelah mereka mengajak perwakilan pemerintah untuk menyaksikan secara langsung kinerja mobil listrik berbodi mungil, misalnya E100, dan Mini EV.

    Apa pun jenis, model, dan desain mobil listrik yang bakal bermunculan di Indonesia ke depan adalah merupakan hal positif dalam upaya menciptakan lalu lintas dan lingkungan yang lebih bersih negara ini, selain sisi efisiensi. Semoga ekosistem kendaraan listrik atau energi bersih semakin berkembang di Indonesia seiring tumbuhnya infrastruktur dan minat masyarakat terhadap mobil listrik.

    Baca juga: Daftar mobil listrik berikut daya jelajahnya, siapa yang terjauh?

    Baca juga: Foxconn pamer tiga mobil listrik, berambisi jadi pemain utama di Asia

    Pewarta: A069
    Editor: Suryanto
    Copyright © ANTARA 2021

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleChatib Basri Usul Bansos Bisa Lewat Sim Card Ponsel, Ini Caranya
    Next Article Kembali Kritik Kereta Cepat, Faisal: Kemenkeu Jangan Asal Mengiyakan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak (Ilustrasi/AI)

    Pengadaan Motor MBG Dikritik Berbagai Pihak, BGN Membela Diri

    April 8, 2026
    Federal Oil™ Membuka Rangkaian Feders Gathering 2026 (istimewa)

    Bandung Buka Feders Gathering 2026, Federal Oil™ Perkuat Kebersamaan Komunitas Motor Matic

    March 2, 2026
    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis (Ilustrasi/AI)

    Jadwal MotoGP 2026 Terbaru Dirilis, Seri Pembuka Digelar di Thailand

    February 27, 2026
    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India (Ilustrasi/AI)

    Agrinas Impor Mobil 105.000 Pikap dari India, DPR Minta Ditunda

    February 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Cara Beli Tiket BTS Jakarta 2026 Biar Nggak Gagal
    • Korupsi Kuota Haji Terbaru: KPK Panggil Dua Tersangka dari Biro Travel
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.