Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»Semarang Diguncang Puluhan Gempa Dengan Magnitudo Kecil
    News

    Semarang Diguncang Puluhan Gempa Dengan Magnitudo Kecil

    October 24, 2021No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Semarang Diguncang Puluhan Gempa Dengan Magnitudo Kecil 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Semarang Diguncang Puluhan Gempa Dengan Magnitudo Kecil 2
    Ilustrasi-Seismograf mencatat getaran akibat gempa bumi. (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST.com – Sebanyak 32 kali gempa terjadi di daerah Banyubiru, Ambarawa, dan Salatiga di wilayah Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Gempa yang terjadi sangat dangkal dalam kurun 23 sampai 24 Oktober 2021 pukul 10.00 WIB.

    Menurut Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Minggu (24/10), gempa-gempa tersebut pusatnya berada pada kedalaman kurang dari 30 kilometer. “Gempa paling banyak terjadi berada pada kedalaman kurang dari 10 kilometer, di mana gempa terdangkal berada pada kedalaman tiga kilometer, yang terjadi sebanyak tiga kali,” katanya.

    Ia mengatakan bahwa gempa-gempa tersebut magnitudonya kecil, tidak ada yang melebihi 3,5. “Gempa paling banyak terjadi memiliki magnitudo kurang dari 3,0 dengan magnitudo terkecil yang dapat dianalisis adalah gempa dengan magnitudo 2,1,” katanya.

    Ia menjelaskan, berdasarkan sebaran temporal magnitudo gempa maka fenomena tersebut dapat dikategorikan sebagai gempa swarm, rangkaian aktivitas gempa bermagnitudo kecil dengan frekuensi sangat tinggi yang berlangsung dalam waktu relatif lama di suatu kawasan tanpa ada gempa kuat sebagai gempa utama.

    Menurut dia, penyebab gempa swarm umumnya berkaitan dengan transpor fluida, intrusi magma, atau migrasi magma yang menyebabkan terjadinya deformasi batuan bawah permukaan di zona gunung api. “Gempa swarm memang banyak terjadi karena proses-proses kegunungapian,” katanya.

    Daryono mengatakan, beberapa laporan menunjukkan bahwa aktivitas gempa swarm juga dapat terjadi di kawasan non-vulkanik (aktivitas tektonik murni) meski sangat jarang. “Swarm dapat terjadi di zona sesar aktif atau kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh sehingga mudah terjadi retakan,” katanya.

    Fenomena swarm yang melanda daerah Banyubiru, Ambarawa, Salatiga, dan sekitarnya, menurut dia, diduga berkaitan dengan fenomena tektonik karena zonanya berdekatan dengan jalur Sesar Merapi-Merbabu, Sesar Rawapening, dan Sesar Ungaran.

    Indikasi swarm tektonik, menurut dia, tampak dari bentuk gelombang geser yang sangat jelas dan nyata menggambarkan adanya pergeseran dua blok batuan secara tiba-tiba. “Tectonic swarm umumnya terjadi karena adanya bagian sesar yang mengalami rayapan sehingga mengalami deformasi a-seismik atau bagian/segmen sesar yang tidak terkunci bergerak perlahan seperti rayapan,” Daryono menjelaskan.

    Ia mengatakan bahwa gempa swarm beberapa kali terjadi di Indonesia, di antaranya di Klangon, Madiun, pada Juni 2015; di Jailolo, Halmahera Barat, pada Desember 2015; dan di Mamasa, Sulawesi Barat, pada November 2018.

    Menurut dia, aktivitas swarm dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, bulan, hingga tahun. Ia mencontohkan, swarm di Mamasa terjadi sejak akhir tahun 2018 sampai sekarang. Apabila kekuatannya signifikan, ia mengatakan, guncangan akibat gempa swarm sering dirasakan dan dapat meresahkan masyarakat.

    Namun, Daryono mengemukakan bahwa berdasarkan kejadian di berbagai wilayah gempa swarm sebenarnya tidak membahayakan jika bangunan rumah di zona swarm strukturnya kuat. “Jika struktur bangunan lemah maka dapat menyebabkan kerusakan bangunan rumah, seperti yang saat ini sudah terjadi pada beberapa rumah warga di Banyubiru dan Ambarawa,” kata Daryono.

    Dia mengimbau warga tidak panik tetapi tetap waspada saat gempa swarm terjadi. “Fenomena gempa swarm ini setidaknya menjadikan pembelajaran tersendiri untuk masyarakat, karena aktivitas swarm memang jarang terjadi,” katanya. (Kmb/Balipost)

     

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKasus COVID-19 Harian Nasional Capai Enam Ratusan
    Next Article Penjara di Negara Bagian Oyo Diserang Kelompok Bersenjata
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW

    June 4, 2026
    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin (Ilustrasi/AI)

    Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin

    June 4, 2026
    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri (Instagram)

    Dino Patti Djalal Kritik Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

    June 2, 2026
    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya untuk Bisnis Anda

    Keunggulan Jasa Import China Terpercaya Armocargo untuk Bisnis Anda

    May 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.