Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sepenggal Kisah Teri Super dari Buton Tengah
    Ekonomi

    Sepenggal Kisah Teri Super dari Buton Tengah

    November 3, 2021No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sepenggal Kisah Teri Super dari Buton Tengah 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Masyarakat kota besar, termasuk Jakarta, tentu tak asing dengan beragam ikan teri kering yang dijual di pasar tradisional maupun supermarket. Ada teri jengki, teri jarum, dan banyak lagi sebutan untuk jenis ikan imut itu. Semuanya gurih dan memiliki cita rasa tersendiri sebagai pelengkap hidangan.

    Tapi tahukah Anda, mungkin teri yang ada di pasar hari ini, adalah hasil tangkapan saudara kita di perairan nun jauh di timur Indonesia? Salah satunya adalah hasil tangkapan dari masyarakat Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

    Perikanan tangkap memang masih menjadi aktivitas utama masyarakat kelautan dan perikanan di sana. Rata-rata masyarakat Buton menangkap ikan dengan menggunakan bagan. Alat tangkap ini semacam jaring angkat yang dalam pengoperasiannya menggunakan alat bantu cahaya lampu. Bagan biasanya dipakai untuk menangkap ikan-ikan kecil.

    Nelayan di Buton Tengah biasanya menangkap berbagai jenis ikan-ikan kecil, mulai dari teri jengki yang ukurannya agak besar, hingga teri super yang halus tapi berharga mahal.

    “Keberadaan masing-masing jenis ikan teri ada musimnya tersendiri, seperti misalnya teri super biasanya banyak di Bulan Oktober,” ujar Riki saat dihubungi melalui daring, Selasa (02/11/2021).

    Master di bidang Manajemen yang memiliki hobi memancing ini, sejak setahun belakangan, sehari-hari bergaul dengan nelayan setempat. Setidaknya, 29 warga nelayan di Buton Tengah menjadi rekan kerjanya. Ia memainkan peran dalam program berpendampingan bagi debitur yang menerima permodalan dari Lembaga Pengelola Mudal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

    “Nelayan di sini biasanya mencari ikan rata-rata sejauh lima mil. Selanjutnya ikan hasil tangkapan dijual ke pengolah dengan harga Rp7.000 hingga Rp9.000 perkilo. Khusus teri super harganya bisa mencapai Rp17.000 perkilonya,” kata ayah dua anak ini.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : ARM


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleThe New S-Class dan E-Class hadir di Mercedes-Benz Star Expo 2021
    Next Article Tiga Gerakan Tingkatkan Kesiapan Anak Ikut PTM Terbatas
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Starbucks Jadi Perbincangan Gegara Promosi yang Bikin Orang Kesal
    • Puasa Muharram Berapa Hari yang Dianjurkan? Ini Kata Ulama
    • Demo Hari Ini di Jakarta Menuntut Apa? Simak Isinya
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.