JawaPos.com – Perkembangan inflasi sepanjang 2021 menunjukkan peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat kenaikan harga barang dan jasa sepanjang tahun lalu mencapai 1,87 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono menuturkan, jika dilihat secara tahunan, tingkat inflasi bulan lalu merupakan yang tertinggi sepanjang 2021. “Inflasi secara tahunan tercatat tertinggi sepanjang 2021, bahkan sejak Juli 2020,” ujarnya Senin (3/1).
Pada Desember, inflasi tercatat 0,57 persen. Angka itu lebih tinggi daripada kenaikan inflasi November yang mencapai 0,3 persen. Menurut Margo, inflasi juga terjadi karena indeks kepercayaan konsumen mengalami peningkatan. Dari 107,05 pada November menjadi 107,66 bulan lalu.
Selain itu, rata-rata kenaikan harga ditopang kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Misalnya, cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras. “Komoditas yang dominan sehingga andilnya besar terhadap inflasi Desember adalah harga cabai rawit. Andilnya 0,11 persen,” jelasnya.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menuturkan, tren inflasi sejalan dengan peningkatan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat pada masa Natal dan tahun baru karena kondisi pandemi mulai terkendali.
“Melihat perkembangan inflasi, pemerintah terus memberikan dukungan terhadap akses pangan masyarakat, khususnya untuk kelompok miskin dan rentan, melalui pemberian bantuan sosial. Sampai 30 November 2021, anggaran perlindungan sosial sudah tersalur sebesar Rp 370,5 triliun atau 100,7 persen dari APBN 2021,” katanya.
Editor : Estu Suryowati
Reporter : (dee/bil/c7/dio)
Credit: Source link




