INDOPOS.CO.ID – Peluncuran Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri baru-baru ini, langsung mendapatkan respons positif pengamat birokrasi Varhan Abdul Aziz.
Menurut Varhan, SIAK Terpusat benar-benar merupakan wujud budaya inovasi tiada henti dan berkelanjutan yang berkembang di Kementerian Dalam Negeri.
Varhan mengatakan, mengingat lompatan prestasi yang terjadi, sebenarnya ia lebih setuju bila SIAK yang merupakan inovasi terbaru Kemendagri khususnya Ditjen Dukcapil agar layanan adiminstrasi kependudukan lebih cepat dan berkualitas itu lebih merupakan revolusi.
“Tetapi mengingat SIAK Terpusat itu hadir sebagai perkembangan dari Sistem Manajemen Informasi Kependudukan (SIMDUK) 1995, lalu berubah menjadi Sistem Informasi Registrasi Penduduk (SIREP) pada 2000 sebelum saat ini menjadi SIAK Terpusat, mungkin lebih bijak kalau kita menyebutnya sebagai hasil inovasi berkelanjutan, alias kaizen bagi bangsa Jepang. Padahal, dari produk 2000-an ke produk terakhir yang canggih itu, lompatan hasilnya benar-benar revolusioner,” kata Varhan, dalam keterangan resminya, Selasa (15/2).
Menurut Varhan revolutif, kehadiran SIAK Terpusat akan makin memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi kependudukan atau Adminduk. Pasalnya, SIAK Terpusat memungkinkan pelayanan adminduk di berbagai daerah, bahkan di luar negeri dapat diintegrasikan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengurus dokumen Adminduk di mana pun dan kapan pun.
“Ini tentu memudahkan dan pas di era teknologi informasi, membuat Indonesia tidak menjadi negara pinggiran dalam perkembangan pelayanan publik, satu hal yang menandai kemajuan suatu bangsa,” ujar dia.
Dengan kemajuan tersebut, Kemendagri akan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan lebih berkualitas.
“Kalau dalam bahasa pelayanan publik era ini, dengan SIAK Terpusat, Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil nyata-nyata telah membantu masyarakat merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka bahkan dalam gengaman, hari per hari, jam demi jam, kapan pun diperlukan,” ucapnya.
Credit: Source link




