Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Lifestyle»Pahami Prinsip & Kondisi Anak, Terapkan Konsep Parenting Layang-Layang
    Lifestyle

    Pahami Prinsip & Kondisi Anak, Terapkan Konsep Parenting Layang-Layang

    February 20, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pahami Prinsip & Kondisi Anak, Terapkan Konsep Parenting Layang-Layang 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Mengurus anak itu harus dengan tensi tinggi. Pasang wajah merengut seharian. Pokoknya anak wajib takut sama orang tua. Kalau nggak begitu, anak bakal tidak nurut. Namun, betulkah begitu? Nah, ternyata adakalanya parents juga perlu untuk tarik-ulur. Tidak terus marah-marah. Atau, dikenal dengan istilah layang-layang. Bukan series Layangan Putus lho, Bunda.

    —

    ANAK penurut itu memang impian semua orang tua. Namun, membuat buah hati menjadi penurut itu bukan sekadar dengan nada tinggi atau cosplay jadi nenek sihir di depan anak. Karena itu, ada istilah layang-layang dalam parenting. Psikolog anak Nuri Fauzia menyatakan, sebelum menerapkan layang-layang, orang tua harus paham prinsip layang-layang. Prinsipnya adalah kapan waktunya menarik dan mengulur.

    Nur menyebutkan, ada kalanya orang tua memberikan ruang kebebasan kepada anak. Namun, dengan asumsi jika anak sudah mengerti arti tanggung jawab. Ada kalanya orang tua untuk injak rem juga. ’’Di saat apa? Ya asumsinya anak benar-benar belum bisa sepenuhnya tanggung jawab,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.

    Di usia berapa prinsip layang-layang bisa diaplikasikan kepada anak? Menurut Nur, prinsip tersebut bisa diterapkan ketika kognitif anak sudah baik, tapi prinsip hidupnya belum kuat. Idealnya, kondisi seperti itu bisa diterapkan saat anak usia 7 tahun. Di usia tersebut. prinsip layang-layang lebih ke arah pengondisian anak.

    Pada tahapan itu, lanjut Nur, anak mulai bergeser dari pemahaman yang sebelumnya di fase praoperasional, lalu menjadi operasional konkret. Dia menilai, anak umur 7 tahun sudah memiliki value, tapi belum cukup kuat. Selain itu, responsibility anak belum kukuh.

    Dia menyatakan, prinsip layang-layang bisa saklek dipraktikkan kala anak usia 11 tahun ke atas. Pasti, bunda-ayah bertanya-tanya, kok bisa 11 tahun? Bukannya bagus sejak dini? Betul, memang sejak dini. Namun, bunda perlu tahu kalau urusan parenting tidak bisa ujug-ujug. Misalnya, konsep layang-layang langsung diaplikasikan tanpa ada pemanasan. Dampaknya justru tidak bagus. Parents bisa memulai layang-layang sebagai pengondisian ketika anak usia 7 tahun, yes.

    Nur menyampaikan, saat usia 11 tahun, ’’matahari” anak bergeser. Awalnya orang tua, lalu digantikan teman-teman dekat anak. Anak-anak mulai menyerap value dari lingkungan sekitarnya. Di fase tersebut, peran orang tua lebih bagaimana melihat keputusan-keputusan yang diambil anak, apakah sudah tepat atau belum. Di sisi lain, tentu orang tua juga tetap mengawasi.

    Terpisah, Laurencia Ika Wahyuningrum selaku konselor anak dan remaja menyatakan, ada empat tahapan perkembangan motorik anak. Pertama, tahapan sensorimotor di usia 18–24 bulan. Pada usia tersebut, anak mengenal dunianya lewat melihat, mendengar, dan mengembangkan motoriknya dengan menggapai dan menyentuh. Anak belum bisa berpikir simbolis. Apa yang dilihat anak dimaknai secara harfiah. Kemudian, pada tahapan kedua, yakni praoperasional, saat usia anak 2–7 tahun. Pada usia tersebut, anak sudah bisa berpikir simbolis dan logis.

    Kemudian, tahapan ketiga adalah praoperasional konkret. Ika menjelaskan, tahapan tersebut anak telah mampu berpikir logis dan hipotesis. Dan, tahapan terakhir adalah operasional formal. Tahapan operasional formal ketika usia anak 12 tahun ke atas. Anak mulai mampu berpikir abstrak dengan memanipulasi ide-ide, berpikir kreatif, dan memahami konsekuensi dari hasil tindakannya.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleHyundai Berikan Kemudahan Konsumen Sebelum Membeli Creta
    Next Article Disambut Antusias, Ribuan Viewer Saksikan Virtual Launching All New Honda Vario 160
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru (Ilustrasi)

    SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?

    June 3, 2026
    Cuti bersama Idul Adha 2026 berapa hari (ILustrasi/AI)

    Cuti Bersama Idul Adha 2026 Berapa Hari, Ada Potensi Long Weekend?

    May 25, 2026
    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026 (Ilustrasi/Ai)

    Haji Gratis dari Kerajaan Arab Saudi 2026, Puluhan WNI Dapat Undangan?

    May 20, 2026
    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 (Ilustrasi/AI)

    Fenomena Langit Bulan Mei 2026 Ada Hujan Meteor hingga Purnama Langka

    May 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.