Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Menakar Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Dunia
    Ekonomi

    Menakar Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Dunia

    May 29, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Menakar Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Dunia 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Pandemi Covid-19 belum usai, namun berbagai risiko global pun sudah banyak bermunculan mulai dari konflik Rusia dan Ukraina, melonjaknya harga komoditas, ancaman inflasi, hingga pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara di dunia.

    Dengan berbagai kekhawatiran tersebut, pertumbuhan global tampaknya akan melambat tajam tahun ini, yang juga memicu kekhawatiran resesi. Untuk ekonomi global secara keseluruhan, risiko resesi pada tahun 2022 memang masih tampak terbatas.

    Pembukaan kembali ekonomi, simpanan yang tinggi, permintaan, dan pasar tenaga kerja yang ketat berpotensi untuk mendukung pertumbuhan global tahun ini di tengah kebijakan moneter yang lebih ketat dan melonjaknya harga komoditas. Namun, untuk tahun 2023, risiko ekonomi dunia mengalami resesi meningkat.

    Kenaikan suku bunga tahun ini kemungkinan akan dirasakan lebih pada tahun 2023 dan efek dari pembukaan kembali juga kemungkinan akan memudar pada tahun depan. Bank Sentral AS, The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) pada bulan Juni dan Juli setelah 50 bps awal pada bulan Mei menjadi 0,75 persen sampai satu persen.

    Otoritas moneter Negeri Paman Sam juga kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga hingga mencapai 2,75 persen sampai tiga persen pada awal tahun depan. Akibatnya, kenaikan suku bunga Fed ini berpotensi membatasi pertumbuhan pada tahun 2023.

    Selain menaikkan suku bunga acuan, The Fed juga merencanakan normalisasi neraca atau balance sheet dengan pengurangan USD 47,5 miliar per bulan mulai Juni 2022 dan pengurangan USD 90 miliar per bulan mulai September 2022.


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleCegah Paham Radikal, Densus 88 Garap 75 Katib di Madura
    Next Article Sandiaga Uno Targetkan 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.