Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Rupiah Awal Pekan Melemah Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS
    Ekonomi

    Rupiah Awal Pekan Melemah Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

    July 4, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Rupiah Awal Pekan Melemah Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah, seiring turunnya imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS).

    Rupiah pagi ini bergerak melemah dua poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.945 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.943 per USD.

    Pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Senin, mengatakan, nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan terhadap dolar AS hari ini karena sentimen resesi dan Federal Reserve (Fed).

    “Yield obligasi AS terlihat menurun drastis, yang artinya banyak pelaku pasar membeli obligasi AS beberapa hari belakangan ini untuk mengamankan nilai aset mereka,” ujar Ariston.

    Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sudah bergerak di bawah 3 persen yaitu di kisaran 2,88 persen.

    Menurut Ariston, isu resesi menjadi penyebab beralihnya investasi pelaku pasar keuangan ke obligasi AS. Harga aset berisiko termasuk rupiah pun berpotensi dalam tekanan.

    “Di tengah kebijakan pengetatan moneter bank sentral dunia ditambah inflasi yang tinggi, risiko resesi meningkat,” kata Ariston.

    Selain itu, lanjut Ariston, pelaku pasar juga masih mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif oleh bank sentral AS, The Fed.

    “Perbedaan yield antara Indonesia dan AS yang menyempit mendorong pasar mencari aman di aset dolar AS dibandingkan rupiah sehingga ini ikut memberikan tekanan ke rupiah,” ujar Ariston.

    Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak melemah ke arah Rp 14.980 per USD hingga Rp 15.000 per USD dengan potensi support di level Rp14.900 per USD.

    Pada Jumat (1/7) lalu rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp 14.943 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.903 per USD.

    Editor : Mohamad Nur Asikin

    Reporter : Antara


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleMaroon 5 akan Konser di Korea Selatan
    Next Article Hampir Empat Bulan Nelayan Yeh Gangga Alami ‘Paceklik
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    daftar pinjaman online legal ojk

    Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru

    July 25, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.