Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Hampir Empat Bulan Nelayan Yeh Gangga Alami ‘Paceklik
    Ekonomi

    Hampir Empat Bulan Nelayan Yeh Gangga Alami ‘Paceklik

    July 4, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Hampir Empat Bulan Nelayan Yeh Gangga Alami 'Paceklik 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Hampir Empat Bulan Nelayan Yeh Gangga Alami 'Paceklik 2
    Sejumlah jukung nelayan terparkir di pinggir Pantai Yeh Gangga. (BP/bit)

    TABANAN, BALIPOST.com – Gelombang tinggi mengakibatkan nelayan di pantai Yeh Gangga, desa Sudimara, Tabanan kesulitan melaut. Bahkan kondisi ini sudah terjadi hampir empat bulan. Mereka harus mencari kegiatan lain untuk sekedar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Pantauan di Pantai Yeh Gangga, Minggu (3/7) kondisi gelombang memang tidak bersahabat. Jukung-jukung nelayan hampir seluruhnya terparkir rapi di pinggir pantai.

    Tampak pula sejumlah nelayan hanya bisa duduk sembari mengobrol santai sesama rekannya di sebuah bale bengong tak jauh dari pinggir pantai. Wayan Lapra, seorang nelayan mengatakan, gelombang tinggi sudah terjadi sejak lama. Dan kondisi ini memang rutin terjadi setiap sasih kasa ataupun karo.

    Warga asal Desa Sudimara inipun tak bisa berbuat banyak, lantaran tak bisa melaut ia kembali beralih ke sawah. “Sekarang ngurus sawah, sudah berbulan bulan tidak berani melaut gelombang masih tinggi,” ucapnya.

    Bahkan di sela-sela istirahat siangnya, ia terkadang masih menyempatkan diri datang ke pantai sekedar bertemu sesama rekan nelayan untuk obrolan santai. Sembari mengecek kondisi jukungnya. “Sambil cek gelombang, kalau lebih tinggi saya pindahkan jukung ke tempat yang lebih tinggi, sekarang masih aman di pinggir pantai,” jelasnya.

    Meski demikian, ia mengakui ada juga beberapa rekannya yang tetap berani nekat melaut, meski hasil tangkapannya sedikit. Dari biasanya sekali melaut normal bisa mendapatkan tiga kotak hasil tangkapan, saat ini hanya bisa mendapat satu kotak.

    Hal senada juga dikatakan Pekak Rio (54). Gelombang tinggi sudah terjadi setelah perayaan Tumpek Landep atau menurutnya sudah terjadi sekitar empat bulan lalu. Ia pun hanya bisa berharap pemerintah daerah khususnya dinas terkait dapat memperhatikan nasib nelayan yang sudah memasuki masa paceklik seperti saat ini. “Ini musim paceklik bagi kami, ya semoga ada perhatian dari pemerintah, karena sudah lama kami tidak bisa melaut,” terangnya.

    Termasuk ia bersama para nelayan lainnya meminta agar jika ke depan ada program pemerintah yang sifatnya membantu para nelayan, setidaknya bisa dibuat lebih gampang dan mudah dijangkau. Karena diakuinya sejumlah program yang sudah dilakukan untuk bisa membantu nelayan salah satunya seperti asuransi bagi nelayan, masih dihadapi sulitnya dalam kepengurusannya. “Contoh saja, saat ini ada asuransi tenaga kerja, katanya untuk pembayaran bisa dilakukan di toko modern yang ditunjuk, setelah saya kesana hendak membayar ternyata tidak masuk sistem, ternasuk untuk asuransi nelayan sekarang macet,” jelasnya.

    Sebelumnya, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Dinas Kelautan dan Perikanan Tabanan, Ni Ketut Sri Astini menjelaskan, sejauh ini nama-nama nelayan di Kabupaten Tabanan yang tercover dari kuota yang disediakan sebesar 200 orang dalam program asuransi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum juga terbit. Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Tabanan telah mengusulkan 633 orang nelayan sebagai calon peserta pada Februari 2022 lalu. “Kami tidak tahu penyebabnya, sebab di daerah sifatnya menunggu keputusan pusat dan menindaklanjuti jika sudah diterbitkan nama nama program asuransi nelayan ini sesuai dengan kuota tersedia,” jelasnya.

    Dimana untuk membantu meringankan beban nelayan jika mengalami musibah dalam melakukan aktivitas melaut, para nelayan secara mandiri diarahkan ikut dalam program BPJS Ketenagakerjaan. (Puspawati/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleRupiah Awal Pekan Melemah Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS
    Next Article ‘Yang Tertinggal Di Jakarta’, Dira Sugandi Perankan Emiria Soenassa
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.