Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»PMK Tak Cuma Rugikan Peternak, Pariwisata akan Terimbas Jika Gagal Diatasi
    Ekonomi

    PMK Tak Cuma Rugikan Peternak, Pariwisata akan Terimbas Jika Gagal Diatasi

    July 8, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    PMK Tak Cuma Rugikan Peternak, Pariwisata akan Terimbas Jika Gagal Diatasi 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    PMK Tak Cuma Rugikan Peternak, Pariwisata akan Terimbas Jika Gagal Diatasi 2
    Anggota satgas penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melaksanakan vaksinasi menyasar ternak warga di Kecamatan Gerokgak dan Seririt, Kamis (7/7). (BP/Istimewa)

    DENPASAR, BALIPOST.com – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bukan hanya berpotensi merugikan peternak. Jika Bali gagal membebaskan diri dari PMK, pariwisata juga akan terdampak. Bahkan sektor pariwisata bisa kembali terpuruk.

    Menurut Virolog dan juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana
    Prof. IGN Kade Mahardika, PMK menjadi penyakit hewan yang paling ditakuti banyak negara karena kerugian ekonominya sangatlah tinggi. “PMK adalah penyakit hewan dan ternak yang paling ditakuti karena dampak ekonominya sangatlah besar terutama dari sektor peternakan. PMK mengakibatkan penurunan produksi peternakan hampir mencapai 50 persen,” kata Prof. Mahardika.

    Seperti diketahui, negara-negara maju seperti Australia dan Eropa memiliki ketergantungan sangat besar kepada sektor peternakan. Dipastikan semua negara berusaha agar terbebas dari PMK.

    Sementara itu, penularan virus PMK tidak saja melalui ternak melainkan juga manusia dan barang. Artinya, manusia dapat menjadi pembawa virus melalui baju yang dikenakan atau embusan udara nafas (airbone).

    Karena itulah, lanjut Prof. Mahardika, negara atau wilayah yang terdampak PMK biasanya disarankan untuk tidak dikunjungi. “Travel advisory bisa dikeluarkan kepada negara-negara yang terjangkit PMK. Ini berarti, jika Bali menjadi wilayah terjangkit PMK, bisa saja negara lain mengimbau warganya agar tidak ke Bali,” ujar Prof. Mahardika.

    Australia misalnya, bisa mengeluarkan travel advisory karena jika sampai warga negara yang berkunjung ke
    Bali pulang membawa virus dan menyebar, sektor
    peternakan sebagai penopang utama ekonomi akan
    kolaps. “Tidak hanya Australia, negara lain juga bisa
    mengambil sikap yang sama.

    Sementara itu Ketua Gabungan Usaha Peternak
    Babi (GUPBI) Bali, Ketut Hari Suyasa, mengingatkan
    bahwa jika PMK di Bali tidak ditangani segera, posisi Bali tuan rumah G20 bisa saja dibatalkan. “Jika tidak ditangani segera, tuan rumah G20 bisa dipindahkan dari Bali ke daerah lainnya di Indonesia,” kata Hari.

    Seperti yang disampaikan Prof. Mahardika, banyak negara yang takut dengan wabah PMK sehingga akan melarang warganya mendatangi wilayah atau negara terjangkit PMK. Ketakutan bahwa warga negara setelah kembali ke negaranya membawa virus PMK dan membuat peternakannya mengalami wabah.

    Hari mengakui, pihaknya sangat berkepentingan dengan penanganan PMK di Bali. Selain membuat terjadinya penguncian wilayah (lockdown) sehingga
    pengiriman babi ke luar Bali dilarang, PMK juga mengancam ternak babi.

    Belum tuntas penanganan ASF yang menyerang ternak babi, kini PMK juga menjadi ancaman. “Babi termasuk hewan berkuku belah, sehingga virus PMK bisa juga menyerang babi,” tegasnya.

    Pihak GUPBI Bali di awal munculnya gejala PMK masuk Bali telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memasang bilik disinfektan di Pelabuhan Gilimanuk. “Kami sudah berinisiatif
    memasang bilik disinfektan di pintu kedatangan di Pelabuhan Gilimanuk. Tujuanya agar virus penyebab PMK yang kemungkinan dibawa manusia maupun
    ternak dari Jawa tidak sampai Bali,” ujarnya.

    Selain itu, GUPBI Bali juga terus memberikan dukungan pada upaya pemerintah mencegah meluasnya PMK di Bali. “Kami dari GUPBI Bali juga telah menyumbangkan jarum suntik untuk kepentingan vaksinasi PMK pada ternak. Pemerintah pusat telah mengirimkan vaksin, tetapi sempat terkendala jarum suntik,” sebutnya.

    Sementara itu menurut Mahardika, membebaskan sebuah wilayah dari PMK dibutuhkan waktu hingga 5 tahun. “Ternak yang terinfeksi jika telah sembuh, selama dua tahun masih berpotensi menyebarkan virus. Sementara untuk wilayah yang terjangkit wabah PMK membutuhkan waktu 5 tahun agar benar-benar bebas,” kata Prof. Mahardika.

    Mengingat dampaknya yang sangat besar, baik Prof. Mahardika maupun Suyasa meminta pemerintah provinsiBali dan kabupaten/kota di Bali tidak main-main dalam penanganan PMK. Berbagai upaya harus dilakukan secara serius. “Jika ada ternak terjangkit PMK, maka di wilayah tersebut tidak boleh ada lalu lintas ternak sama sekali. Ternak yang ada dalam radius tertentu harus juga dieleminasi. Baik dengan cara penyembelihan atau dimusnahkan,” tegas Mahardika.

    Peternak, menurut Hari, juga perlu diberi pemahaman terutama pentingnya eleminasi ternak. “Namun pemerintah perlu menyiapkan ganti rugi yang layak
    bagi peternak agar tidak mengalami kerugian yang besar,” tegas Hari. (Nyoman Winata/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKonsisten Bawa Pelaku UMKM Naik Kelas, BRI Sabet Dua Penghargaan
    Next Article Penjelasan Basque Bar, Karyawannya Disebut Menganiaya Claudio Martinez
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.