Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»News»BPS Catat Deflasi Indeks Harga Konsumen
    News

    BPS Catat Deflasi Indeks Harga Konsumen

    September 1, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    BPS Catat Deflasi Indeks Harga Konsumen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    BPS Catat Deflasi Indeks Harga Konsumen 2
    Tangkapan layar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/9/2022). (BP/Ant)

    JAKARTA, BALIPOST. com – Catatan deflasi sebesar 0,21 persen pada Agustus 2022. Ada penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,8 terjadi pada Juli menjadi 111,57.

    “Secara month-to-month (mtm) pada Agustus terjadi deflasi 0,21 persen. Ini merupakan yang terdalam sejak September 2019 di mana saat itu terjadi deflasi 0,27 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (1/9).

    Margo menjelaskan, komoditas utama penyumbang deflasi pada Agustus yang sebesar 0,21 persen (mtm) ini berasal dari bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng dan daging ayam ras.

    Dengan terjadinya deflasi pada Agustus, maka inflasi tahun kalender Agustus 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 3,63 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Agustus 2022 terhadap Agustus 2021 sebesar 4,69 persen.

    Ia mengatakan dari 90 kota IHK terdapat sebanyak 79 kota yang mengalami deflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,82 persen sedangkan deflasi terdalam terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen.

    Secara rinci berdasarkan pulau, seluruh kota di Sumatera mengalami deflasi dengan yang terdalam terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen.

    Untuk kota-kota di Pulau Jawa, deflasi terdalam terjadi di Sumenep sebesar 1,13 persen sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,26 persen.

    Untuk Bali dan Nusa Tenggara, semua kota mengalami deflasi dengan yang terdalam terjadi di Singaraja sebesar 1,48% persen.

    Untuk di Pulau Kalimantan, deflasi terdalam terjadi di Sintang sebesar 0,96 persen sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Palangkaraya sebesar 0,28 persen.

    Untuk Pulau Sulawesi, deflasi terdalam terjadi di Baubau sebesar 0,71 persen dan inflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,54 persen.

    Terakhir yaitu Maluku dan Papua, deflasi terdalam terjadi di Tual sebesar 0,91 persen sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,82 persen.

    Margo melanjutkan, jika dilihat berdasarkan komponen maka deflasi pada Agustus 2022 sebesar 0,21 persen (mtm) ini disebabkan karena deflasi pada komponen harga bergejolak sedangkan komponen inti dan harga diatur pemerintah masih mengalami inflasi.

    “Pada komponen harga bergejolak ini memberi andil deflasi pada Agustus sebesar 0,51 persen dan kalau dilihat penyebab utamanya berasal dari komoditas bawang merah, cabai merah dan cabai rawit,” jelasnya.

    Meski demikian, ia mengatakan pada komponen harga bergejolak masih terdapat komoditas yang mengalami inflasi yaitu utamanya adalah beras dan telur ayam ras.

    Untuk komponen inti memberi andil kepada inflasi Agustus sebesar 0,24 persen dengan komoditas yang mendorong berasal dari uang kuliah untuk akademi dan perguruan tinggi, uang sekolah dasar serta tarif kontrak rumah.

    “Ini karena pada Agustus terdapat penerimaan mahasiswa baru. Itu membuat terjadinya kenaikan kalau dibanding bulan sebelumnya,” kata Margo.

    Sementara komponen harga diatur pemerintah memberi andil ke inflasi sebesar 0,06 persen karena kenaikan bahan bakar rumah tangga dan tarif listrik.

    Ia menambahkan, perkembangan inflasi pada Agustus yang secara tahunan masih sebesar 4,69 persen ini utamanya disumbang oleh komponen inti yakni dengan andil sebesar 2 persen

    Penyebabnya antara lain karena adanya kenaikan beberapa harga komoditas pada ikan segar serta sewa rumah dan mobil.

    “Kalau dilihat inflasi komponen inti trennya meningkat, ini mencakup 711 komoditas. Menariknya inflasi inti menunjukkan permintaan masih bagus dan daya beli masyarakat masih baik,” tegas Margo. (Kmb/Balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleKomnas HAM Akhiri Penyelidikan Kasus Pembunuhan Brigadir J
    Next Article 26 Ribu Kendaraan Terjual dalam 11 Hari, Nilainya Rp 11,6 Triliun
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    ManA Social Cafe, Tempat Berkumpul yang Nyaman di Dua Titik Kota Bandung

    July 20, 2026
    cara cek bansos

    Cara Cek Bansos Online 2026 Lewat Website dan Aplikasi Resmi

    July 19, 2026
    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa (Ilustrasi/AI)

    Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja BPJS Kelas Berapa? Dicatat Aturannya

    July 14, 2026
    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    6 Tips Memilih Hoodie Korea Original Agar Tidak Salah Beli

    July 13, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Daftar Pinjaman Online Legal OJK 2026 Lengkap dan Terbaru
    • 11 Makanan Penurun Gula Darah yang Baik untuk Dikonsumsi
    • Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026 Dimajukan, Dicatat Tanggalnya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.