Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Pertama Kali dalam Sejarah, Penetrasi Asuransi Jiwa Tembus 8 Persen
    Ekonomi

    Pertama Kali dalam Sejarah, Penetrasi Asuransi Jiwa Tembus 8 Persen

    September 13, 2022No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Pertama Kali dalam Sejarah, Penetrasi Asuransi Jiwa Tembus 8 Persen 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    JawaPos.com – Industri asuransi jiwa menunjukkan perbaikan performa pada semester I 2022. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kinerja 58 perusahaan telah memberikan perlindungan kepada 73,9 juta orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 11,86 juta orang secara tahunan.

    Pembayaran klaim juga tercatat mencapai Rp 83,93 triliun. “Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa semakin memperkuat komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon.

    Selain itu, terkereknya total tertanggung dapat dilihat dari dua sisi. Yakni, total tertanggung kumpulan sebesar 23,7 persen year-on-year (YoY) menjadi 51,96 juta orang. “Artinya, permintaan akan perlindungan asuransi dari pelaku usaha untuk para karyawannya semakin meningkat,” ucapnya.

    Sementara itu, total tertanggung perorangan naik 1,91 juta orang menjadi 21,94 juta orang. Jumlah tersebut mencerminkan bentuk kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya proteksi asuransi. Khususnya untuk perlindungan dan perencanaan keuangan jangka panjang.

    “Untuk kali pertama penetrasi asuransi jiwa terhadap jumlah populasi penduduk Indonesia mencapai angka 8 persen. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat kepada industri asuransi jiwa semakin meningkat di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi. Tantangan tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat terhadap produk asuransi jiwa,” papar Budi.

    Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa terlihat dari pendapatan premi reguler. Meningkat 1,3 persen menjadi Rp 49,7 triliun.

    Namun, secara keseluruhan, pendapatan industri asuransi jiwa tertekan akibat menurunnya pendapatan premi tunggal yang minus 17,9 persen YoY menjadi Rp 45,98 triliun.

    Data AAJI menunjukkan, total pendapatan industri asuransi jiwa sebesar Rp 105,44 triliun. Turun 12,3 persen dari pendapatan semester I 2021 sebanyak Rp 120,17 triliun. Sementara itu, total premi minus 8,9 persen menjadi Rp 95,68 triliun.

    Namun, meningkatnya pendapatan premi reguler 1,3 persen menjadi Rp 49,7 triliun mengindikasikan bahwa masyarakat semakin mengerti fungsi proteksi jangka panjang dari produk asuransi jiwa. “Selain itu, bagi perusahaan, peningkatan pendapatan premi reguler sangat disambut baik untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan,” imbuhnya.

    Peningkatan juga terjadi pada total investasi industri asuransi jiwa. Naik 3,8 persen sebesar Rp 536,67 triliun. Dari jumlah tersebut, 22,8 persen atau senilai Rp 122,46 triliun ditempatkan pada instrumen surat berharga negara (SBN).

    Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menyatakan, industri asuransi jiwa dan umum mencatatkan tingkat kesehatan perusahaan alias risk based capital (RBC) yang terjaga. Masing-masing sebesar 493,85 persen dan 313,99 persen.

    “Berada jauh di atas threshold sebesar 120 persen. Begitu pula pada gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,98 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali,” ucapnya.

    PERFORMA ASURANSI JIWA SEMESTER I 2022

    – Total pendapatan: Rp 105,44 triliun (turun 12,3 persen YoY)

    – Total premi: Rp 95,68 triliun (turun 8,9 persen YoY)

    – Pendapatan premi tunggal: Rp 45,98 triliun (turun 17,9 persen YoY)

    – Pendapatan premi reguler: Rp 49,7 triliun (naik 1,3 persen YoY)

    – Pendapatan premi konvensional: Rp 84,81 triliun (turun 11 persen YoY)

    – Pendapatan premi syariah: Rp 10,87 triliun (naik 11,5 persen YoY)

    – Total aset: Rp 617,84 triliun (naik 5,6 persen YoY)

    – Total investasi: Rp 536,67 triliun (naik 3,8 persen)s

    Sumber: AAJI


    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleCara Selfi Nafilah Mendidik Anak di Tengah Gempuran Dunia Digital
    Next Article Baru di DPR Kejutan Ultah ini Dipersoalkan
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • Indonesian Parrot Langka Muncul Lagi Usai Hilang
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.