Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Andalan NewsAndalan News
    • Home
    • News
    • International
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Automotive
    Andalan NewsAndalan News
    Home»Ekonomi»Sempat Vakum Karena Pandemi, Perajin Kain Bebali Mulai Terima Pesanan
    Ekonomi

    Sempat Vakum Karena Pandemi, Perajin Kain Bebali Mulai Terima Pesanan

    September 18, 2022No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
    Sempat Vakum Karena Pandemi, Perajin Kain Bebali Mulai Terima Pesanan 1
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    Sempat Vakum Karena Pandemi, Perajin Kain Bebali Mulai Terima Pesanan 2
    Sejumlah Kain Tenun Bebali dipajang. Perajin mulai menerima pesanan setelah dua tahun lebih vakum karena pandemi COVID-19. (BP/nan)

    AMLAPURA, BALIPOST.com – Para penenun kain bebali yang ada di Banjar Dinas Kangin, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem sempat vakum. Hal itu dikarenakan pandemi COVID-19 mengakibatkan pesanan nihil.

    Ketua Kelompok Pencelup dan Penenun Karya Sari Warna Alam, I Wayan Karya, mengungkapkan, saat ini pihaknya mulai menerima pesanan. “Kami sangat bersyukur karena saat ini sudah mulai pesanan. Kami baru mulai menerima pesanan lagi sejak dua bulan yang lalu. Meskipun jumlah yang dipesan masih sedikit, akan tapi tetap disyukuri karena para penenun kembali dapat bekerja,” ucapnya belum lama ini.

    Karya, mengatakan, selama pandemi COVID-19 praktis tidak ada pesanan. Sehingga banyak penenun yang mencari pekerjaan sampingan.

    Kata dia, terdapat sekitar 15 orang penenun yang masih aktif dan sudah kembali bekerja setelah sempat tidak menenun selama dua tahun lebih. “Setelah kembali ada pesanan mereka dengan semangat kembali bekerja dan berharap akan ada terus pesanan sehingga mereka dapat terus bekerja seperti dulu. Kami berharap, seiring kondisi mulai membaik, kedepannya pesanan terus mengalami peningkatan,” harapnya.

    Dia menjelaskan, untuk harga mulai dari Rp 200 ribu-Rp 5 juta tergantung motif, tingkat kesulitan dan lainnya. Untuk satu kain bisa menghabiskan waktu dari 2 minggu hingga 3 bulan. “Untuk proses awal sampai akhir menggunakan cara alami. Bahkan pewarnaan benang pun dilakukan secara alami tanpa ada sentuhan bahan kimia. Sehingga kualitas kain tenun yang dihasilkan lebih baik,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

    Credit: Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
    Previous ArticleBantu Korban Banjir, Aktor Korea Beri Semua Penghasilannya dari Drakor
    Next Article Kisah Monster Abadi yang Sebaiknya Tetap Mati
    Tim Redaksi
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru (Ilustrasi/AI)

    Batu Bara Indonesia Masuk Babak Baru, Pemerintah Bentuk PT DSI untuk Atur Ekspor

    May 21, 2026
    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat (Instagram/@menkeuri)

    Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Sorotan Saat Dolar AS Menguat

    May 18, 2026
    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter (Ilustrasi/AI)

    Harga BBM Pertamina Dex Terbaru Naik Lagi Rp27.900 per Liter

    May 5, 2026
    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing (Ilustrasi/Ai)

    Saham Gudang Garam Melonjak dan Diborong Investor Asing

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    You must be logged in to post a comment.

    Recent News
    • 5 Cara Mengenal Koleksi Kaos Branded Lifework yang Sedang Tren, Awas KW
    • Harga Obat Naik 2026 Mendadak Diungkap Budi Gunadi Sadikin
    • SPMB Jateng 2026 Jalur Prestasi Punya Aturan Baru?
    • situs 4d
    • toto 4d
    • bandar togel
    • slot pg
    • bandar toto
    • demo slot pg
    • situs toto
    • toto online
    • toto online
    • situs toto online
    • Link Bandar Togel
    • toto online
    • situs jitu

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.